SuaraBandung.id - Hidup merupakan satu proses pengembangan diri yang harus kita jalani dalam memenuhi fungsi-fungsi sosial.
Lalu, apa sebenarnya yang kita cari dalam hidup ini?
Jawaban atas pertanyaan itu diungkapkan oleh Gus Baha dalam satu ceramahnya.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal TikTok @ngaji_onlen, berikut ulasannya.
Gus Baha mengatakan bahwa hidup adalah satu pencarian yang kita lakukan hingga kita tidak bergantung lagi kepada banyak hal.
"Hidup itu apa? Hidup itu adalah cari sebanyak mungkin, supaya hidup itu ndak tergantung pada banyak hal," kata Gus Baha.
Gus Baha kemudian menjelaskan bahwa orang yang membutuhkan banyak hal untuk mempertahankan eksistensinya, belum tentu orang itu adalah orang yang lebih pintar.
Orang itu belum tentu lebih pintar dari orang yang tidak membutuhkan banyak hal untuk merasakan bahagia.
"Orang yang untuk mempertahankan eksistensinya butuh banyak hal, dengan yang tidak butuh banyak hal, itu pintar mana?" kata Gus Baha.
Baca Juga: Berikut Daftar Pemain Persib Putri di WFC, Neng Resti Siap Unjuk Gigi di Luar Negeri
"Orang yang bahagianya nunggu jadi doktor, nunggu jadi kiai besar, kiai viral, sedangkan orang yang bahagia cukup dengan ngopi, itu pinter mana" tambah Gus Baha.
Gus Baha lalu mengatakan bahwa orang yang mempunyai banyak kebutuhan adalah orang yang memiliki satu kebodohan.
"Orang yang banyak kebutuhan, itu sebetulnya banyak kebodohannya, karena menggantungkan kebahagiaannya dengan banyak hal," kata Gus Baha.
Gus Baha juga menyampaikan pesan imam Syafii yang menyebutkan bahwa istighna bukanlah dicapai dengan memenuhi semua kebutuhan.
Melainkan, istighna itu dicapai dengan menyadari bahwa tidak semua kebutuhan harus dipenuhi.
"Makanya imam Syafii menyebutkan istighna itu apa, bukan memenuhi semua kebutuhan kamu, karena nafsu kamu ini nggak ada batasnya, kalau kamu penuhin nggak akan selesai," pungkas Gus Baha.