SuaraBandung.id - Mabuk adalah perbuatan yang dilarang oleh agama manapapun, apalagi dalam agama Islam.
Meskipun mabuk itu sepintas terlihat sepele dibandingkan dosa berzina ataupun membunuh, namun perbuatan mabuk justru dapat menjadi awal dari dosa yang lebih besar.
Sebagaimana diungkapkan oleh Buya Yahya, hendaknya kita tidak main-main dengan perbuatan mabuk.
Buya Yahya pun mengungkapkan satu kisah tentang seseorang yang mabuk, orang itu akhirnya terjerumus hingga kemudian menyekutukan Allah.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 27 Oktober 2022, berikut ulasannya.
Buya Yahya menceritakan satu kisah, yaitu di zaman dahulu ada setan yang menjelma menjadi seorang ahli ibadah untuk menjerumuskan orang saleh.
Kemudian diceritakan oleh Buya Yahya bahwa orang saleh tadi kagum dengan ibadah yang dilakukan oleh setan yang menjelma itu dan bertanya kepada setan itu.
Orang saleh tadi bertanya tentang bagaimana sang ahli ibadah bisa melakukan ibadah dengan luar biasa.
Setan yang menjelma itu menjawab bahwa ia dahulu pernah melakukan dosa besar sehingga ia menyesal dan dapat beribadah dengan luar biasa.
Baca Juga: Viral di Medsos Keributan Antar Taruna di Monas, Netizen: Orangtua Susah Jual Sawah, Eh Malah Gelut
Lalu, setan itu menyarankan agar orang saleh tadi melakukan dosa besar dengan terlebih dahulu menyekutukan Allah. Namun, orang saleh tadi menolak.
Setan kemudian menyuruh agar orang saleh tadi membunuh orang lain. Namun, orang saleh tadi tetap menolak karena khawatir mengakibatkan kegaduhan di masyarakat.
Setelah itu, setan menyarankan agar orang saleh tadi mabuk agar kemudian dapat menyesal dan beribadah kepada Allah. Orang saleh tadi akhirnya menuruti setan itu.
Ternyata, orang saleh tadi kehilangan akal karerna mabuk dan kemudian berbuat zina hingga orang yang berzina dengannya pun hamil.
Lalu, karena takut diketahui oleh banyak orang, maka orang saleh tadi membunuh orang yang dihamilinya.
Setelah melakukan pembunuhan itu, orang saleh tadi ditangkap oleh warga dan diikat tangannya dengan posisi tangan di atas kepala.