Terbaru! Komnas HAM Ungkap Penggunaan Gas Air Mata pada Tragedi Kanjuruhan Merupakan Bentuk Kekuatan Berlebihan

Suara Bandung | Suara.com

Rabu, 02 November 2022 | 20:32 WIB
Terbaru! Komnas HAM Ungkap Penggunaan Gas Air Mata pada Tragedi Kanjuruhan Merupakan Bentuk Kekuatan Berlebihan
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter. Komnas HAM menyebutkan bahwa penggunaan gas air mata merupakan bentuk kekuatan berlebihan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

SuaraBandung.id – Terbaru, Komnas HAM mengungkapkan berdasarkan hasil penyelidikannya, dapat menyimpulkan bahwa tragedi Kanjuruhan merupakan peristiwa yang melanggar hak asasi manusia (HAM).

Komisioner Komnas HAM M.Choirul Anam mengungkapkan bahwa tragedi Kanjuruhan merupakan peristiwa pelanggarahan HAM akibat pengelolaan yang tidak memeperhatikan keselamatan dan keamanan.

“Kesimpulannya adalah peristiwa Kanjuruhan merupakan pelanggaran HAM yang terjadi akibat kelola yang diselenggarakan dengan cara tidak menjalankan, menghormati, dan memastikan prinsip serta norma keselamatan dan keamanan,” ungkap Komisioner Komnas HAM M.Choirul Anam, dikutip dari ANTARA, Rabu (2/11/2022).

Tidak hanya itu, Choirul Anam pun menyatakan bahwa penggunaan gas air mata merupakan bentuk kekuatan yang berlebihan.

“Penggunaan gas air mata dalam pengamanan perandingan di dalam stadion merupakan bentuk penggunaan kekuatan berlebihan karena berdasarkan Pasal 19 aturan FIFA soal safety and security itu dilarang,” kata Choirul Anam.

Diketahui, dengan adanya penembakan gas air mata sebanyak 45 kali pada saat tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan korban tewas sebanyak 135 jiwa dan ratusan lainnya terluka.

Kronologi Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga pertandingan Arema FC melawan Persebaya, yang berakhir dengan kekalahan Arema FC dengan skor akhir 2-3.

Atas kekalahan tersebut membuat suporter kecewa dan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.

Tragedi Kanjuruhan masih menjadi duka yang angat mendalam bagi sepak bola di Indonesia. (*)

Sumber: ANTARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan, Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam Beberkan Ada Pelanggaran

Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan, Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam Beberkan Ada Pelanggaran

| Rabu, 02 November 2022 | 20:21 WIB

Juragan 99 Mundur dari Arema FC Imbas dari Tragedi Kanjuruhan Malang

Juragan 99 Mundur dari Arema FC Imbas dari Tragedi Kanjuruhan Malang

| Sabtu, 29 Oktober 2022 | 14:58 WIB

Polri Sebut Ada Potensi Tersangka Baru dalam Tragedi Kanjuruhan Malang

Polri Sebut Ada Potensi Tersangka Baru dalam Tragedi Kanjuruhan Malang

| Sabtu, 29 Oktober 2022 | 13:27 WIB

Kedua Putrinya Jadi Korban Tewas pada Tragedi Kanjuruhan Malang, Devi Athok Ajukan Autopsi Kembali

Kedua Putrinya Jadi Korban Tewas pada Tragedi Kanjuruhan Malang, Devi Athok Ajukan Autopsi Kembali

| Jum'at, 28 Oktober 2022 | 20:15 WIB

Terkini

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:39 WIB

Lautan Manusia di Pangandaran: 250 Wisatawan Terpisah dari Keluarga hingga Teror Kehilangan Barang

Lautan Manusia di Pangandaran: 250 Wisatawan Terpisah dari Keluarga hingga Teror Kehilangan Barang

Jabar | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:38 WIB

Minyak Mahal, Pendidikan Terancam? Membaca Masa Depan Indonesia di Tengah Gejolak Energi Global

Minyak Mahal, Pendidikan Terancam? Membaca Masa Depan Indonesia di Tengah Gejolak Energi Global

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:35 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Darah di Balik Botol Intisari: Cekcok 'Kurang Bayar' Berujung Maut di Lingkar Selatan Sukabumi

Darah di Balik Botol Intisari: Cekcok 'Kurang Bayar' Berujung Maut di Lingkar Selatan Sukabumi

Jabar | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:26 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Maut Menjemput di Arus Balik Sukabumi: Gagal Menyalip, Nyawa Perempuan Melayang di Kolong Truk

Maut Menjemput di Arus Balik Sukabumi: Gagal Menyalip, Nyawa Perempuan Melayang di Kolong Truk

Jabar | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:18 WIB

Detik-detik Dramatis Evakuasi Toha Rosid, Buruh Ciamis yang Tersengat Listrik di Tumpukan Baja

Detik-detik Dramatis Evakuasi Toha Rosid, Buruh Ciamis yang Tersengat Listrik di Tumpukan Baja

Jabar | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:11 WIB