SuaraBandung.id - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dengan resmi mengakui ada 12 pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.
Jokowi sangat menyesal akan terjadinya pelanggaran HAM pada peistiwa-peristiwa tersebut.
"Saya sebagai Kepala Republik Indonesia mengakui bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat memang terjadi pada berbagai peristiwa."
"Dan saya sangat menyesalkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yang berat," sambung Presiden Jokowi, dikutip dari YouTube Presiden Joko Widodo pada kamis (12/1/2023).
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyampaikan simpati dan empati yang mendalam.
Tentunya kepada para korban dan keluarga korban yang berkaitan.
Selanjutnya, presiden akan berusaha memulihkan hak-hak para korban secara adil.
Dengan tanpa menghilangkan penyelesaian secara yuridisial.
"Saya dan pemerintah berusaha untuk memulihkan hak-hak para korban secara adil dan bijaksana, tanpa menegasikan penyelesaian yudisial,"kata Presiden Jokowi, dikutip pada Kamis (12/1/2023).
Baca Juga: Petakan Masalah Pelayanan Masyarakat Komisi IV Rapat Terbuka dengan Kasi Kemas se-Kota Bogor
Jokowi dan pemerintah akan berupaya secara sungguh-sungguh agar kejadian pelanggaran HAM tidak akan terjadi lagi. (*)
Sumber : YouTube Presiden Joko Widodo