SuaraBandung.id - Sempat viral di media sosial sepasang pengantin muda berbagi pengalaman melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA)
Tanpa perayaan besar-besaran, tanpa hingar bingar kemewahan, hanya sepasang pengantin dengan senyum bahagia yang diunggah oleh pengantin pria dalam cuitannya di media sosial twitter
"Aku nikah tahun 2021 Gratis karena di KUA doang" cuit akun twitter @odongpejjj pada keterangan potret kenangan kebahagian mereka.
"Terus foto belakangnya pohon pisang HAHAHAHA" tambahnya. Dikutip bandungsuara.com pada Rabu (1/2/2023)
Mendapat tanggapan dari banyak netizen, bahkan kebanyakan dari balasan mendukung kesederhanaan tersebut serta tak sedikit juga yang sejalan dengan pemilik akun ikut berbagi potret pernikahan mereka masing-masing di KUA
Melansir simkah.kemenag.go id, bagi yang ingin menghelat pernikahan di KUA calon pasangan pengantin perlu memenuhi dokumen-dokumen syarat nikah.
Dasar aturannya pun sama seperti pernikahan pada umumnya berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 20 Tahun 2019 pasal 4 tentang dokumen persyaratan nikah yaitu sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP dan KK calon pengantin
2. Fotokopi akta kelahiran/ surat keterangan kelahiran dari desa calon pengantin
3. Surat Pengantar Nikah atau N1 (didapat dari Kelurahan/Desa)
4. Surat Persetujuan Mempelai atau N3
5. Surat Izin Orang Tua atau N5 (jika calon pengantin berumur di bawah 21 tahun)
6. Surat Akta Cerai (jika calon pengantin cerai hidup)
7. Surat Izin Komandan (jika calon pengantin TNI atau POLRI)
8. Surat Akta Kematian (jika calon pengantin duda/janda ditinggal mati)
9. Izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama (Apabila calon pengantin Kurang dari 19 Tahun atau Izin Poligami)
10. Izin dari Kedutaan Besar bagi WNA
11. Surat Rekomendasi Nikah dari KUA Kecamatan (jika nikah dilangsungkan di luar wilayah tempat tinggal calon pengantin)
12. Pas Foto 3x2 latar belakang merah jika calon suami dari daerah lain sebanyak 5 lembar
13. Pas foto 3x2 dengan latar belakang biru jika calon suami berasal dari desa/kecamatan yang sama.
14. Tambahan Syarat menikah di KUA yaitu bukti bebas penyakit HIV dan telah melakukan imunisasi Tetanus 1 calon pengantin wanita, Kartu imunisasi, dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat.
15. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp.30.000
16. Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orangtua/wali
Biaya Pernikahan di KUA
Diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2004: Tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Agama,
Biaya nikah/rujuk yang dilaksanakan di:
Kantor KUA pada hari dan jam kerja: Rp0,- (gratis)
Luar Kantor dan atau di luar hari dan jam kerja: Rp 600.000.
Adapun jadwal pelayanan KUA adalah hari Senin sampai Jumat pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Alur pendaftaran Nikah di KUA
Masih melansir dari simkah.kemenag.go.id, berikut ini alur pendaftaran nikah dan cara mendaftarnya:
1. Mengurus surat pengantar nikah di RT/RW untuk dibawa ke kelurahan
2. Mengurus surat pengantar nikah di kantor kelurahan untuk dibawa ke KUA
3. Jika pernikahan dilakukan kurang dari 10 hari dari waktu pendaftaran, calon mempelai harus minta keterangan dispensasi dari kecamatan
4. Jika dilaksanakan di luar domisili mempelai wanita, harus mengurus surat pengantar rekomendasi nikah di KUA kecamatan setempat untuk dibawa ke KUA tempat akan dilangsungkan akad nikah
5. Mendaftarkan diri di KUA tempat dilaksanakan akad nikah dengan biaya gratis atau membayar Rp 600.000 ribu jika akad nikah dilaksanakan di luar KUA/jam kerja KUA
6. Memeriksa data nikah calon pengantin dan wali nikah di KUA tempat akad nikah
7. Pelaksanaan akad nikah dan penyerahan buku nikah
Itulah persyaratan dan prosedur yang harus ditempuh untuk menghelat pernikahan di Kantor Urusan Agama. (*)