SuaraBandung.id - Menjelang Bulan Ramadhan, sebagian orang tentunya akan mengganti puasa wajib yang tidak ia laksanakan saat itu.
Namun, terkadang lupa berapa jumlah hutang puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan.
Dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, (1/3/2022), Buya Yahya menjelaskan cara membayar hutang puasa yang tak tahu jumlah pastinya.
Menurut Buya Yahya, istimewa bagi orang yang hidup di lingkungan yang tidak baik tapi mau berhijrah.
Ia juga menerangkan jika dalam bahasa Fiqih, meninggalkan puasa atau sholat, wajib diqadha dengan spontan.
"Dalam bahasa Fiqihnya, meninggalkan puasa atau sholat, tanpa ada udzur, maka wajib diqadha secara spontan," ucap Buya.
Namum, menurut sang Ustaz, bahasa tersebut bisa memberatkan orang yang berniat hijrah.
"Artinya, sepanjang waktu dia harus sholat, harus puasa, balik lagi dia, ga hijrah lagi dia, itu kan bahasa Fiqih, perlu dikemas," jelasnya.
Maksud dikemas olehnya adalah tidak mengubah, melainkan menyampaikan kepada orang berhijrah dengan indah.
Baca Juga: VIRAL! The Mukaab, Proyek Kabah Tiruan di Arab Saudi, Buya Yahya: Itu Tetap Akan Hancur
"Bukan dikemas maksudnya dirubah, tidak, kita sodorkan kepada orang berhijrah dengan indah. Agar mereka mau mengambil fatwa tersebut," sambungnya.
Lanjutnya, Buya Yahya memaparkan cara melunasi hutang puasa ataupun sholat yang pernah ditinggalkan seseorang.
Dalam paparan sang Ustaz, bila lupa akan jumlahnya, maka ia harus menyesali perbuatan yang dilakukannya pada masa lalu tersebut. Lalu hitung kira-kira berapa jumlah puasa yang pernah ditinggalkan.
Buya menerangkan jika setelah ketemu catatan kira-kira yang harus dibayar hutang puasanya, maka lakukan semampunya.
Waktu melaksanakan puasa untuk membayar hutang bisa dilakukan saat puasa sunnah, seperti senin-kamis.
Setelah kuat melaksanakan, maka menurut Buya Yahya, Anda bisa meng-qadha lebih banyak lagi.(*/Alina)