SUARA BANDUNG - Nama Ahmad Dhani dan Once kini tengah menjadi perbincangan netizen.
Pasalnya, Ahmad Dhani telah mengeluarkan larangan bagi Once untuk menyanyikan lagu-lagu milik Dewa 19, pada setiap penampilan solonya.
Hal yang dilakukan Ahmad Dhani terhadap Once tersebut, tentu saja menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.
Lewat sebuah wawancara yang diunggah oleh kanal Youtube Ruang Musik pada kamis (30/3/23), Tompi mengungkapkan pemikirannya terkait masalah antara Ahmad Dhani dan Once yang sedang ramai diperbincangkan.
"Saya gak terlalu dekat secara personal dengan Ahmad Dhani gitu ya, tapi yang saya tangkep dari statementnya dia ya kalo Once mau nyanyiin lagu gue (Ahmad Dhani) ya dia harus bayar," ucap Tompi menyampaikan.
Dalam wawancara tersebut, Tompi juga mengungkapkan bagaimana panitia acara di luar negri meminimalisir hal yang dapat terjadi seperti masalah yang sedang menimpa Ahmad Dhani dan Once.
"Kalo di luar negri tuh kita harus report. Tiap mau ada acara tuh lu harus cantumin lagu apa yang bakal lu bawain. Lu gak bisa keluar dari itu. Jadi harus tulis.'
'Kalo emang ada lagu yang bukan punya dia panitia yang membuat, jadi nanti panitia minta izin ke publishernya dan mereka bayar," jelas Tompi.
Tompi pun melihat di Indonesia masih banyak pembayaran yang tidakbsesuai dengan apa yang telah dibicarakan.
Baca Juga: Dipertahankan atau Dibuang, Laga Lawan Dewa United Jadi Ajang Evaluasi Pemain Persebaya
Menjelang akhir wawancara, Tompi mengungkapkan bahwa dirinya tidak mau ambil pusing jika ada penyanyi yang mencover lagu-lagu miliknua.
"Gue sih gak mau ambil pusing, karena mungkin agak beda karena gue pada dasarnya gak bergantung hidup gue di musik doang,"jelas Tompi.
Di akhir wawancara, Tompi juga menjelaskan bahwa royalti adalah hak intelektual yang harusnya didapatkan tempat khusus terlebih bagi para musisi yang menggantungkan hidup dari menciptakan lagu.
"Temen-temen musisi yang lain kan ada yang memang hidupnya dari bikin lagu doang. Buat mereka-mereka yang menuntut, gw rasa sah ya itu haknya dia. Itu kan kekayaan intelektual yang harusnya mendapat tempat khusus," pungkasnya. (*/Alina)
Sumber: Youtube Ruang Musik