SUARA BANDUNG - Beredar kabar bahwa pelaku usaha Food and Beverage (FnB) dan UMKM di Kota Bandung panik, sebab alami kemerosotan omzet yang signifikan.
Kepanikan pelaku usaha FnB dan UMKM di Kota Bandung terkait omzet tersebut hingga membuat mereka mengunggah konten hampir setiap 1 jam sekali.
Tak sendirian, demi menaikkan omzet penjualan yang turun drastis, pada pelaku usaha Fnb dan UMKM di Kota Bandung pun sampai dibantu oleh para influencer dan food blogger.
Seorang pelaku usaha FnB dari Bandung menyebut jika salah satu contohnya adalah ketika momen Pocari Sweat Run 2023 di Bandung beberapa waktu lalu.
Salah satu toko roti ternama di Kota Kembang tersebut justru menawarkan diskon besar-besaran untuk para pengunjung di tengah-tengah acara akbar itu.
Akan tetapi, hal tersebut dinilai tak menunjukkan pengaruh yang berarti. Bahkan, fenomena tersebut dianggap lebih parah jika dibandingkan dengan kondisi saat Covid-19 terjadi.
"2-3 bulan ini lebih berat daripada masa COVID. COVID benar banyak yg tiba2 jualan, tapi duit dari customer yang beli online masih muter. Saat ini rendah sekali, bahkan pd bidang makanan yang mana primer," cuit @djfarezki, dikutip hari Kamis (10/8/2023).
Awalnya mereka mengira fenomena tersebut akibat kurangnya usaha dari masing-masing pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.
Akan tetapi, setelah dilakukan promosi besar-besaran hingga rajin memposting konten produk di media sosial, tetap saja tidak berpengaruh hingga saat ini.(*)
Baca Juga: Sebut Oklin Fia Sampah, Abidzar Al-Ghifari Dapat Dukungan dari Netizen: Abimu Bangga!