SUARA BANDUNG – Sebelum liga 1 2023/2024 dimulai, Ketua Umum PSSI sudah mengumumkan bahwa suporter dilarang menyaksikan secara langsung ke stadion saat tim kesayangan melakukan laga tandang.
Di tengah kondisi sepakbola Indonesia sedang dalam sorotan FIFA usai tragedi Kanjuruhan, langkah ini diambil oleh PSSI salah satunya untuk meminimalisasi resiko dari bentrok antar suporter.
Namun, langkah ini dinilai mengeneralisasi masalah. Beberapa kelompok suporter yang sudah terbiasa dalam satu tribun menilai kebijakan ini justru meregangkan hubungan baik suporter yang sudah dibangun sebelumnya.
Tidak hanya itu, kelompok suporter yang semula tidak akur kemudian beritikad untuk memperbaiki hubungan menjadi terganjal dengan regulasi ini.
Bonek dan Jakmania, misalnya, dua kelompok suporter dengan basis masa yang banyak dan militan ini, sebelumnya pernah beberapa kali terlibat gesekan.
Namun, ketika Persija akan menjamu Persibaya di GBK Minggu, (30/7/2023) lalu, sinyal perdamaian kedua suporter ini mulai tampak.
Terpantau dari pesan-pesan di media sosial, kehadiran Bonek di GBK, dan bagaimana cara Jakmania memperlakukan para pendukung Persibaya itu.
Sayangnya, sinyal perdamaian dan pemandangan keakraban dua suporter ini pada akhirnya harus berujung sanksi terhadap dua klub yang berlaga saat itu.
Baik Persija maupun Persibaya, sama-sama mendapat sanksi dari PSSI karena masing dinilai tidak mematuhi regulasi yang sudah pernah disampaikan sebelumnya tentang larangan suporter tamu untuk bertandang.
Baca Juga: Dituduh Pakai Susuk dan Ilmu Hitam, Ini Kata Dewi Perssik
Sinyal perdamaian sudah mulai terlihat, namun untuk bertemu dan duduk bersama dalam satu tribun saja para suporter masih terhalang oleh regulasi.
Sampai kapan para suporter ini harus menunggu untuk bertemu kembali dalam suasana penuh kehangatan.
Sebab, pada hakikatnya sepakbola adalah alat pemersatu. Patut ditunggu juga, kapan PSSI cabut larangan suporter tandang demi terwujudnya itikad baik perdamaian antar suporter?