SUARA BANDUNG - Timnas Indonesia diberikan tambahan striker naturalisasi yang didatangkan PSSI untuk semifinal Piala AFF.
Rumor datangnya striker naturalisasi itu, disebabkan karena PSSI ingin mempersiapkan Timnas Indonesia dalam laga semifinal Piala AFF U-23 melawan Thailand.
Kanal YouTube Warta Informasi, membagikan berita terkait langkah PSSI datangkan striker naturalisasi untuk Timnas Indonesia di gelaran Piala AFF U-23, pada hari Rabu (23/8/2023).
Tajuk yang digunakan adalah "Vietnam & Thailand ketar ketir II Indonesia Tambah Pemain Naturalisasi baru di Semifinal Piala AFF."
Sedangkan pada sampul video diberikan kalimat keterangan berbunyi,"Persiapan Lawan Thailand, PSSI Datangkan Striker Naturalisasi."
Awal video, ditampilkan beberapa cuplikan terkait sistem naturalisasi yang gencar dilakukan PSSI untuk Timnas Indonesia, termasuk keterangan dari Erick Thohir.
Narator menginformasikan bahwa media massa Vietnam soroti upaya Indonesia dalam gencarnya memperbanyak proses naturalisasi untuk timnas.
Utamanya ketika Timnas Indonesia mulai dipegang oleh Shin Tae Yong, hingga membuat beberapa negara tetangga gerah.
Salah satu pemain naturalisasi yang segera akan diproses adalah Mees Hilgers. Info itu didapatkan dari unggahan ibu pemain keturunan Belanda-Indonesia tersebut.
Baca Juga: PSM Makassar Susul Bali United Jadi Wakil Indonesia di AFC Cup 2023, Usai 'Bantai' Yangon United 4-0
Hingga video berakhir, tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa PSSI mendatangkan striker naturalisasi untuk Timnas Indonesia demi lawan Thailand pada babak semifinal Piala AFF.
Bahkan dari berbagai sumber, tim bandung.suara.com juga tidak menemukan terkait kabar tersebut.
Walaupun, upaya PSSI untuk mencari pemain keturunan yang bisa dinaturalisasi memang sedang gencar dilakukan.
Oleh karenanya, bisa disimpulkan rumor dari kanal YouTube Warta Informasi dengan tajuk di atas terindikasi misleading dan hoaks.
Catatan Redaksi:
Ini adalah salah satu artikel yang masuk dalam konten cek fakta bandung.suara.com, dibuat dengan sumber yang jelas namun tidak bisa dijadikan rujukan karena masih berpotensi salah informasi.