SUARA BANDUNG - Pemain Timnas Indonesia Sepakbola Putri, Zahra Muzdalifah curhat bahwa di negaranya, tidak ada liga sepak bola putri.
Punggawa Timnas Indonesia Putri, Zahra Muzadlifah menyampaikan perihal ketiadaan liga sepakbola putri itu dalam wawancaranya dengan WE League yang ditayangkan di kanal YouTube WE League.
Zahra Muzdalifah sendiri saat ini bermain untuk klub Cerezo Osaka Ladies, salah satu klub sepakbola putri yang berada di divisi/liga utama putri Jepang.
Menurut Zahra Muzdalifah, ketiadaan liga sepakbola putri di Indonesia membuat para pemain sepak bola putri kesulitan meningkatkan skill.
Keluhan Zahra Muzdalifah itu dibahas di akun X/Twitter @indosupporter dan mendapat banyak komentar dari netizen. Dikutip dari kolom balasan @indosupporter, sejumlah netizen mengungkapkan pendapatnya soal ketiadaan liga sepak bola putri di Indonesia.
"Boro-boro, liga kelompok umur buat laki aja gak ada. Liga tidak perlu, pemilu nomor satu," sindir @pe***an.
"Liga prianya aja dagelan, gimana mau ngembangin yang lain?," kata @ma***ya.
"Sepak bola wanita peminatnya kurang, gak bisa buat pencitraan dan agenda politik," opini @an***n9.
Sebelumnya, Liga 1 Putri Indonesia sempat hadir mewarnai persepakbolaan dalam negeri. Namun, hanya bertahan satu periode di tahun 2019 dan tidak pernah berlanjut hingga sekarang.(*/Alina)
Sumber: YouTube WE League dan X/Twitter @indosupporter