SUARA BANDUNG - Kasus Jessica Wongso 'Kopi Sianida' kembali viral. Edi Darmawan hingga dr. Djaja Surya Atmadja pun kembali buka suara.
Edi Darmawan tetap kukuh menyatakan Jessica Wongso telah meracun anaknya dengan sianida, namun dr. Djaja Surya Atmadja yakin mendiang meninggal bukan karena zat berbahaya tersebut.
Berkat film dokumenter yang mengangkat kasus pelik Jessica Wongso yang dituduh merancun Mirna Salihin dengan sianida, kini publik justru ramai mempertanyakan peran Edi Darmawan, terlebih ketika dr. Djaja Surya Atmadja terang-terangan memberikan penjelasan.
Kini, kasus pelik itu justru menimbulkan beragam teori konspirasi oleh warganet, berkat perkataan Edi Darmawan maupun dr. Djaja Surya Atmadja di tempat yang berbeda.
Dalam wawancaranya bersama Karni Ilyas di kanal YouTube Karni Ilyas Club, Sabtu (7/10/2023), Edi Darmawan mengaku memiliki hobi mancing dan pernah memiliki sebuah kapal besar.
"Saya demen mancing, kapal saya tapi sudah saya jual. Mahal. Kapal besar begitu," kata Edi Darmawan saat bercerita proses pembuatan film dokumenter 'Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso', dikutip hari Senin (9/10/2023).
Di tempat lain, yakni podcast kanal YouTube dr. Richard Lee, dr. Djaja Surya Atmadja membocorkan bahwa praktek pembelian sianida di Indonesia sejauh ini cukup mudah didapatkan.
Meskipun, ada pula beberapa profesi yang memang sudah dilegalkan terhadap kepemilikan zat sianida, namun ada pula oknum 'nakal' yang memakai istilah tertentu untuk bisa mendapatkan sianida, demi memudahkan pekerjaannya.
"Ini sianida tuh banyak dipakai buat fumigasi. Jadi orang yang berhubungan dengan kapal, fumigasi kapal tuh pasti punya sianida. Orang hobi fotografi, dia pake itu untuk kamar gelap. Terus kamu kalau nelayan, tukang nangkap ikan," jelas dr. Djaja Surya Atmadja.
Baca Juga: Pemain Bali United Senilai Rp6,08 Miliar Disebut akan Dinaturalisasi oleh Timnas Kamboja
"Kalau nelayan mau nangkap ikan hias, kan gesit tuh. Kalau kamu datang ke toko kimia bilang mau beli sianida, nggak bakal dikasih. Tapi ada omongannya (istilahnya tersendiri)," lanjut dia.
Gara-gara dua pernyataan itu, warganet kembali membuat teori konspirasi yang mengandaikan apakah kedua pernyataan tersebut saling berhubungan atau tidak.
"Dokter Djaja bilang sianida biasa dipake orang yg punya kapal u/ membunuh tiku2 dan ayahnya mirna bilang dia punya hobi mancing dan punya kapal tp skrng udah di jual karena biaya perawatannya mahal, Bisa ga ya klau disambung2in??? Miss," tulis X/Twitter @Three_********.(*)