SuaraBandungBarat.id - Jelang Pemilu 2024 Kantor KPU membutuhkan tempat yang representatif demi menunjang pekerjaan dan tentunya butuh untuk tempat penyimpanan logistik pemilu supaya nantinya bisa lebih aman.
Namun, sangat berbeda dengan kondisi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ada di Kabupaten Bandung Barat hingga saat ini belum memiliki kantor sendiri.
Diketahui, Kantor KPU tersebut terpaksa harus ngontrak di bangunan sederhana di Jalan Raya Purwakarta, Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang.
Ketua KPU KBB, Adi Saputro mengatakan, pihaknya sudah ngontrak di tempat yang sama untuk kantor tersebut sejak tahun 2009 atau sudah tiga kali Pemilu, sehingga untuk Pemilu 2024 diharapkan bisa memiliki kantor sendiri.
"Dari awal KPU memang ngontrak untuk kantor dan setiap tahun diperpanjang. Kita masih menggunakan tempat yang sama seperti pemilu-pemilu sebelumnya," ujar Adi saat dihubungi, Jumat (9/9/2022).
Adi mengatakan, penyebab KPU KBB masih ngontrak untuk kantor tersebut karena anggaran dari pemerintah sangat terbatas sehingga pihaknya harus mengajukan ke pemerintah daerah tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut.
"Dari dulu ke pemerintah daerah sering menyampaikan, dulu pernah diberi tanah. Cuma ada beberapa kendala, akhirnya sampai saat ini belum ada kejelasan," katanya.
Akhirnya, kata dia, pihaknya tetap harus ngontrak dan untuk mengontrak kantor tersebut pihaknya harus mengeluarkan biaya Rp 190 juta hingga Rp 200 juta per tahun karena setiap tahun harga sewa terus mengalami kenaikan.
Jika pada pemilu 2024 nanti masih ngontrak di tempat yang sama, kata Adi, pihaknya terpaksa harus menyewa gudang di tempat yang lain untuk menyimpan logistik karena di kantor yang sekarang tidak akan cukup.
Baca Juga: Asal Usul Nguyen, Nama yang Banyak Digunakan Orang Vietnam
"Kita harus sewa lagi tempat lain untuk gudang supaya cukup, tapi di Padalarang cukup susah mencari tempat yang luas untuk menyimpan logistik," ucap Adi.
Menurutnya, sewa tempat baru untuk gudang logistik tersebut memang perlu karena kantor yang saat ini kondisinya sudah sangat sempit akibat masih ada beberapa barang eks logistik dan arsip pemilu tahun sebelumnya.
"Tadinya kan logistik dan arsip eks pemilu itu disimpan di gudang, cuma karena tidak ada anggaran gudang, kita ambil kembali sehingga sekarang disimpan di kantor," katanya
Sumber : Suara.com