SuaraBandungBarat.id- Bayi kembar siam asal Kampung Umur-umuran, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSHS Bandung, Jumat (2/12/2022).
Bayi kembar bernama Ayesha Azalea Putri Emira dan Aleeya Azalea Putri Emira tersebut bakal segera menjalani operasi pemisahan tubuh dalam waktu dekat.
Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya langsung mendampingi kedua bayi tersebut dalam menjalani sejumlah tahapan sebelum menjalani operasi pemisahan tubuh.
"Kemarin saya bersama istri mendampingi dan melihat langsung saat kedua bayi ini menjalani pemeriksaan MRI," katanya, Sabtu (3/12/2022).
Ia menambahkan, kondisi kesehatan kedua bayi tersebut dalam keadaan baik dan selanjutnya bakal menjalani operasi pemisahan tubuh dalam waktu dekat.
"Insha Allah operasi bayi kembar siam ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2022 mendatang," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya meminta doa kepada seluruh masyarakat agar operasi tersebut berjalan lancar dan kedua bayi ini diberi kesehatan.
"Mohon doanya agar operasi keduanya berjalan lancar dan diberikan kesehatan serta segera pulih," katanya.
Sebelumnya, Ketua Tim Dokter Bedah RSHS Bandung, Dikki Drajat menjelaskan, kondisi kedua bayi kembar siam pada perut dan dada (omphalopagus) merupakan kasus yang langka.
Baca Juga: 6 Artis Korea ini Merilis Karya Bertema Natal dengan Suasana Akhir Tahun, Ada Idolamu?
“Untuk kondisi Aleeya dan Ayesha ini yang dempet itu liver serta pembuluh darah menyilang yang harus dibebaskan kemudian organ-organ lain seperti usus, ginjal, kantung kemih, dan lainnya itu punya organ masing-masing,” katanya saat ditemui, Selasa (8/11/2022) lalu.
Ia menambahkan, dengan kondisi organ dalam keduanya lengkap tidak membutuhkan donor organ dari orang lain. Berdasarkan hasil operasi pada kasus sebelumnya tingkat keberhasilan operasi pemisahan tubuh tersebut cukup tinggi.
“Dipastikan tidak perlu donor. Sudah punya organ masing-masing. Tingkat keberhasilannya insyaallah tinggi. Ada 5-6 kasus yang sudah kita tangani berhasil. Kalau melihat hasil evaluasi dan pemeriksaan. yang paling kompleks adalah liver,” katanya. (*)