SuaraBandungBarat.id - Mengkonsumsi obat kuat untuk meningkatkan performa saat berhubungan intim dapat membawa dampak buruk pada kesehatan. Sejumlah zat kimia yang terkandung dalam obat kuat dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam tubuh.
Obat kuat dalam menjaga stamina seksual saat melakukan hubungan intim dengan pasangan dapat membantu memperbaiki disfungsi ereksi pada laki-laki. Obat kuat bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke alat vital laki-laki, sehingga bisa ereksi lebih lama.
" Jadi pada dasarnya obat kuat itu bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah dari tubuh kita khusus ke kelamin pria. Hal ini bertujuan untuk membantu orang-orang supaya bisa ereksi, " ujar Dr Lukita dalam tayangan Youtube Voidotid. Rabu, (15/02/2023)
Selain mempunyai fungsi sebagai penjaga stamina seksual saat berhubungan badan, obat kuat juga mempunyai beberapa efek samping yang cukup mengerikan jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa anjuran dokter.
" Nah, selain itu mempertahankan ereksi jadi lebih lama. Namun, obat kuat terutama obat-obatan medis dapat mengakibatkan efek samping yang tidak diharapkan. Misalnya sakit kepala, sakit perut, sakit punggung, gangguan pengelihatan dan pendengaran, bahkan ereksinya terlalu lama yang membahayakan diri, sampai bisa diamputasi alat kelamin, " jelasnya
Sebaiknya ketika menkonsumsi obat kuat ketika akan melakukan hubungan badan bersama pasangan, lebih teliti dengan memastikan bahwa obat kuat tersebut sudah terdaftar di BPOM dan melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu.
" Boleh menkonsumsi obat kuat, namun jangan beli obat kuat sembarangan, pastikan dulu obat kuat itu terdaftar di BPOM. Apalagi obat herbal yang beredar, yang paling aman sebelum konsumsi obat kuat sebaiknya konsultasi ke dokter. Apalagi bagi yang sedang melakukan pengobatan tertentu, apalagi yang sedang meminum obat lainnya. " pungkasnya.
Jadi jangan mengambil risiko yang membahayakan kesehatan, lebih baik berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat kuat atau mencari alternatif lain untuk meningkatkan keintiman dengan pasangan saat berhubungan seksual. (*)