- Departemen Kehakiman AS merilis tiga juta halaman dokumen Epstein untuk transparansi kasus.
- Nama tokoh Indonesia muncul dalam konteks administratif, kliping berita, hingga urusan bisnis.
- Kehadiran nama dalam dokumen tidak membuktikan keterlibatan dalam tindakan kriminal Jeffrey Epstein.
Suara.com - Dunia kembali diguncang oleh transparansi besar-besaran dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Pada akhir Januari 2026, jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein resmi dibuka ke publik (Epstein Files).
Langkah ini merupakan kelanjutan dari undang-undang transparansi yang disahkan Kongres AS pada akhir tahun sebelumnya.
Arsip masif ini mencakup jutaan halaman, foto, hingga ribuan video hasil penyelidikan terhadap Epstein yang meninggal pada 2019.
Menariknya, di antara deretan nama tokoh dunia, terdapat beberapa tokoh dari Indonesia yang ikut disebut.
Namun, penting untuk dicatat bahwa munculnya nama seseorang dalam dokumen ini tidak selalu mengindikasikan keterlibatan dalam aktivitas ilegal.
Berikut adalah daftar tokoh Indonesia yang namanya tercantum dalam arsip tersebut beserta konteks kemunculannya:
1. Hary Tanoesoedibjo
![Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo pada kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk Hajatan Rakyat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024). [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/08/43743-ketua-umum-perindo-hary-tanoesoedibjo.jpg)
Nama pengusaha media Hary Tanoesoedibjo muncul dalam laporan FBI tahun 2020. Namun, konteksnya berkaitan dengan urusan bisnis properti.
Dokumen tersebut mencatat keterlibatan pengembangan proyek hotel bermerek Trump di Bogor dan Bali, serta transaksi properti di Amerika Serikat.
Baca Juga: Cara Jeffrey Epstein Masuk ke Lingkaran Kaum Elit Dunia, Berawal dari Guru Matematika
Hal ini menjadi bagian dari penyelidikan pengaruh asing dalam politik AS, bukan interaksi langsung dengan jaringan kriminal Epstein.
2. Eka Tjipta Widjaja

Pendiri Grup Sinar Mas ini tercantum dalam dokumen transaksi properti milik Donald Trump pada tahun 2009.
Dokumen tersebut mengungkap pembelian properti melalui entitas luar negeri yang terafiliasi dengan keluarga Widjaja.
Berkas ini murni merupakan catatan transaksi bisnis yang disita sebagai bagian dari data aset relasi Epstein, tanpa bukti interaksi personal.
3. Joko Widodo