SuaraBandungBarat.id - Obat kuat dipercaya dapat meningkatkan gairah dan durasi hubungan seks pada pria.
Obat kuat dalam bentuk suplemen, makanan, hingga racikan tradisional sudah beredar di telinga masyarakat Indonesia.
Namun masyarakat perlu mengetahui beberapa asupan obat kuat dapat memberikan efek samping, terutama yang belum teruji secara medis.
Berikut merupakan rangkuman dari Dokter Boyke dilansir dari Sonora FM, (09-04-2020) mengenai macam-macam ramuan obat kuat yang tidak terbukti secara medis dan memiliki resiko penularan penyakit.
1. Otak Monyet
Beberapa orang percaya bahwa otak monyet ketika dicampurkan dengan arak akan menjadi ramuan penambah stamina saat berhubungan. Akan tetapi hal tersebut belum dapat dibuktikan secara medis. Bahkan otak monyet dapat menyebarkan virus dan menyebabkan ensefalitis atau radang otak.
2. Empedu Ular King Cobra
Beberapa orang pecaya bahwa empedu ular cobra ditambah dengan darahnya merupakan ramuan obat kuat. Selain berbahaya terkena bisa ular tersebut, empedu ular king cobra tidak terbukti menambah stamina pada pria. Ramuan ini menurut dr. Boyke berpotensi mengandung banyak penyakit seperti tipes.
3. Cula Badak
Setelah diteliti, ternyata cula badak mengandung kalsium sama seperti tulang pada hewan ternak seperti kambing. Hal tersebut tidak membuat cula badak sebagai ramuan obat kuat.
4. Tangkur Buaya
Menurut dr. Boyke, tangkur buaya tidak dapat memberi efek apapun. Medis tidak membuktikan bahwa tangkur buaya memberikan efek penambah gairak seksual.
5. Anak Tikus
Ada yang mengatakan bahwa anak tikus yang masih hidup dan bergerak dapat dikonsumsi hidup-hidup sebagai makanan penambah stamina dan gairah seksual. Namun hal tersebut juga tidak dapat dibuktikan secara medis.
Makanan atau minuman dari bagian tubuh hewan diatas merupakan ramuan obat kuat yang dipercaya masyarakat dapat meningkatkan gairah seks tanpa adanya uji secara medis.