SuaraBandungBarat.id - Dalam kepercayaan agama Islam, Allah SWT tidak pernah membutuhkan tempat baik di atas, bawah, samping dan dimanapun.
Lantas, bagaimana jadinya ketika ditemui anak-anak yang belajar di sekolah agama diberikan penjelasan bahwa Allah ada di atas.
Hal ini ditanyakan oleh salah seorang jama'ah Buya Yahya seperti yang kami kutip dalam kanal YouTube Buya Yahya.
Jama'ah tersebut bertanya dan meyakinkan bahwa ajaran yang dipegang dan dijalankannya adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah Asy'ariyah.
Jama'ah tersebut menceritakan tentang sekolah PAUD yang anak-anaknya mendapat pengajaran melalui nyanyian bahwa Allah berada di atas.
Lantas ia meminta petunjuk kepada Buya Yahya untuk bertindak dan menyikapi hal tersebut dengan cara yang bagaimana.
Buya Yahya lantas menerangkan bahwa perbuatan menyebut di atas ada Allah adalah perbuatan yang salah dan tidak bisa ditolerir.
"Karena itu (sudah akan) menanamkan kepada anak-anak diem-diem meyakini bahwa Tuhan bertempat di atas," jelas Buya Yahya.
"Allah itu tertinggi maknanya apa sih? Allah itu maha tinggi bukan tertinggi. Artinya tidak ada bandingannya," lanjutnya.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 9 Rumah Di Palmerah, Seorang Balita Jadi Korban
Buya lantas menerangkan jika tertinggi, maka ada yang tinggi dan tinggi. Jika maha tinggi maka tidak ada yang setara dengannya.
"Dihadapan Allah semuanya rendah," lanjut keterangannya.
Ia pun lantas meminta Ustaz yang mengajar di PAUD tersebut untuk diganti saja.
"Jika ia sama berakidah Asy'ariyah maka ia telah tercemar dengan ajaran yang sesat, dia ndak boleh ngajar lagi dan tolerir hal semacam ini," tegas Buya Yahya.
Menurutnya, hal tersebut merupakan membahayakan umat karena berkaitan dengan keimanan karena akan menyebabkan kekacauan nantinya.
"Allah maha ada, tidak perlu tempat, cara memancing emosi tidak dengan cara semacam itu, ustaz cerdas tidak perlu bingung (dengan metode pembelajaran)," lanjutnya.