SuaraBandungBarat.id - Belajar mencintai merupakan salah satu yang diajarkan oleh agama Islam. Sebagai agama kasih sayang, Islam mengajarkan kita untuk belajar tentang cinta juga mencintai. Berikut penjelasan mengenai belajar mencintai yang dianggap sepele oleh sebagian orang menurut Buya Yahya
Belajar cinta serta mencintai mungkin bagi sebagian orang hal tersebut merupakan perbuatan yang sepele, namun ketika seseorang salah dalam memilih cinta ia akan merasakan sengsara di hidupnya.
" Belajar cinta dan belajar mencintai jangan dianggap sepele, saya berbicara dengan anakku ' Wahai anakku, kalau kamu salah makan saja bisa mual perutmu bisa sakit perutmu tapi itu sesaat. Tapi kalau kamu salah mencintai seumur hidupmu kamu sengsara.', maka harus belajar kita mencintai dan kita harus tau apa itu cinta dan bagaimana mencintai, " jelas Buya Yahya dikutip dari Youtube Al-Bahjah, Rabu, (22/02/2023)
Kemudian sebagai kaum Muslimin sudah seyogyanya agar bisa membedakan antara cinta dengan syahwat, karena itu merupakan dua hal yang berbeda.
" Dan kita harus bisa membedakan antara syahwat dengan cinta, cinta adalah segala keindahan. Jadi, ketika seorang ditanya tentang cinta ia tidak bisa menjelaskan apa itu cinta. Sehingga dikatakan cinta adalah keindahan yang hendaknya dirasakan bukan dijelaskan, " ungkap Buya
Ketika seseorang mengaku sedang merasakan sebuah cinta, maka hendaknya jangan banyak bertanya perihal cinta. Cukup dirasakan yang bisa membuat getaran dalam hati seseorang.
" Cinta hendaknya kau rasakan, jangan banyak tanya tentang cinta. Adanya rasa dalam hatimu yang jika sudah datang menjadikan adanya getar di dalam hati. Cinta tidak perlu dikhayalkan, namun cinta akan akan membawamu berkhayal dengan banyak segala keindahan, " tambahnya
Kemudian Buya mengatakan bahwa kita seharusnya belajar tentang cinta agar tidak salah ketika bertindak, dan bisa membedakan apakah tindakan tersebut merupakan bentuk cinta atau hanya syahwat semata.
" Maka harus kita belajar cinta, sebab mau tidak mau kita harus mencintai. Apalagi nanti ketika cinta disejajarkan dengan syahwat merupakan hal berbeda, maka ketika ada berita tentang orang menjajakan cinta itu berarti syahwat yang di jual. Ia tidak pernah kenal lalu melakukan kehinaan, itu tidak ada cinta. Karena cinta tidak seperti itu, itu namanya syahwat, " ujarnya
Hal yang paling indah ketika cinta dan syahwat bisa bertemu dalam syariat, dan cinta itu merupakan suatu keindahan yang bisa menghilangkan duka.
" Tapi saat bertemunya syahwat dengan cinta lalu dengan syariat, itu merupakan sebuah keindahan di atas keindahan. Jika ada orang yang berkata cinta akan semakin berasa, cinta akan selalu dibarengi dengan kepedihan oh tidak. Cinta adalah membawa keindahan di atas keindahan, jangan sampai dibarengi dengan duka. Bahkan dengan cinta duka akan hilang, " tutur Buya
" Sebelum kita berbicara tentang lawan jenis, para kekasih Allah berkata bahwa seandainya hidupku di Surga seperti yang aku rasakan saat ini, niscaya sudah cukup keindahan itu. Disaat di hatinya tidak ada benci, tidak ada dendam ketemu dengan siapa pun cinta tidak ada benci, " tandasnya. (*)