bandungbarat

Tata Cara Suami Dalam Mengingatkan Istri Dengan Baik, Agar Tidak Terjadi KDRT

bandungbarat Suara.Com
Sabtu, 25 Februari 2023 | 09:58 WIB
Tata Cara Suami Dalam Mengingatkan Istri Dengan Baik, Agar Tidak Terjadi KDRT
Ilustrasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Pixabay/tumisu)

SuaraBandungBarat.id - Akhir-akhir ini warganet digemparkan dengan kasus kekerassan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa beberapa kalangan, berikut adalah tata cara untuk terhindar dari perbuatan kekerasan tersebut.

Dalam tulisan ini kita akan menyorot dan menggaris bawahi salah satu ayat dalam surat An-Nisa  tentang boleh dan tidaknya seorang suami memukul istri dan batasan-batasannya, tulisan ringan ini kami sajikan untuk menyoal sebagian pemahaman orang dengan mengatasnamakan agama melegitimasi kekerasan.

" Laki-Laki  (suami) itu pelindung bagi perempuan (Istri), karena Allah telah melebihkan sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-Laki)  telah memberikah nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang ta’at (kepada Allah) dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada,  karena Allah telah menjaga mereka. Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan untuk nusyuz, hendaklah kamu berikan nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukul lah mereka, tapi jika mereka menta’atimu maka jangan engkau mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh Allah yang Mahatinggi, Mahabesar." (QS. an-Nisa : 34) 

Pada hakikatnya suami melalui ayat ini diberikan wewenang dan hak oleh agama untuk mengatur dan memimpin jalannya keharmonisan keluarga, untuk melindungi istrinya dan mengayominya menuju jalan Allah yang lurus, namun wewenang dan haknya itu tidak boleh disalahartikan sebagai wewenang mutlak dimana dia bisa melakukan kekerasan semaunya dan tampa batasan kepada istrinya, hak dan wewenang suami itu tentu ada batasannya sebagaimana dijelaskan di ayat berikutnya.

Kewenangan lebih yang diberikan agama kepada suami untuk mengatur, memimpin, mengayomi dan melindungi istrinya disebabkan oleh dua. Pertama karena secara fitrah dalam konteks membina keluarga Allah memberikan kelebihan, baik kelebihan hakiki maupun kelebihan syar’i. 

Kemudian kewenangan ini diberikan karena seorang suami diberikan beban dan kewajiban oleh agama untuk memberikan mahar dan memberikan nafkah kepada keluarga. Lalu lanjutan ayat membahas tentang model istri yang diidam-idamkan, istri yang shalihah, istri yang menjadi belahan jiwa suami, dan menjelaskan istri yang nusyuz yang membangkang kepada suaminya serta bagaimana cara mengingatkannya.

Perempuan yang bisa menjaga hak suaminya ketika suaminya tidak berada di rumah dari perbuatan-perbuatan keji, menjaga harta yang dimilikinya dan membantu untuk menjaga anaknya.

Untuk mengingatkan istri bisa dengan memberikannya nasihat yang baik, mengiatkannya akan perintah Al Qur’an bahwa istri mempunyai kewajiban menta’ati suami dalam hal-hal yang baik. Apabila pembangkangan itu masih terjadi maka suami boleh untuk meninggalkan ranjangnya, dan jalan terakhir apabila diperlukan adalah pukulan dengan cara yang mendidik bukan memukul dengan cara emosional.

Pukulan yang tidak menyakitkan yang diarahkan ke anggota badan yang penuh daging. Bukan pukulan yang diarahkan ke daerah-daerah sensitive seperti kepala, pukulan yang jarak ancang-ancang pukulannya dekat dengan badannya, bukan pukulan yang mengambil ancang-ancang jauh sehingga berpotensi menyakitkan.

Baca Juga: Tata Cara Membersihkan Miss V Agar Tidak Bau Apek: Nomor 3 Ibu-ibu Sering Ngeyel

Bahwa tata cara yang diajarkan Al-Qur’an untuk mengingatkan seorang istri dengan tahapan-tahapan yang ada dari mulai yang ringan dan lembut yaitu nasihat, naik kepada yang lebih berat yaitu meninggalkan ranjang dan terakhir dengan pukulan yang ringan, hal ini mengajarkan dan menunjukan kepada kita bahwa ketika tujuan itu bisa dicapai dengan yang ringan maka tidak boleh dicapai dengan hal yang memberatkan.

Adapun terhadap istri yang shalihah maka tidak ada jalan sedikitpun baginya untuk menyakiti istrinya. Tidak ada jalan dan alasan bagi suami kecuali terus membahagiakan istri semampunya, menyayanginya, membersamainya ketika susah dan senang, saling bergandengan tangan untuk mencapai tujuan bersama menuju keharmonisan dunia dan akhirat, menuju jalan yang diridhai Allah SWT. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI