Apakah Boleh Menangis di Makam saat Ziarah? Ini Adab Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 08 Februari 2026 | 20:34 WIB
Apakah Boleh Menangis di Makam saat Ziarah? Ini Adab Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
Apakah Boleh Menangis di Makam saat Ziarah? [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]
baca 10 detik
  • Menangis saat ziarah kubur diperbolehkan secara Islam selama tangisan tidak berlebihan seperti meratap atau menjerit.
  • Fokus utama ziarah kubur adalah mendoakan ampunan bagi jenazah muslim, dengan posisi utama menghadap kiblat saat berdoa.
  • Adab ziarah meliputi mengucapkan salam, tidak menginjak makam, membaca surat pendek, serta menghormati suasana pemakaman.

Suara.com - Tak sedikit orang datang untuk ziarah kubur dengan niat sederhana: mendoakan. Namun, di tengah doa-doa itu, air mata kadang jatuh tanpa bisa dicegah.

Di titik ini, banyak yang bertanya dalam hati: sebenarnya, bolehkah menangis di makam saat ziarah kubur menurut Islam? Atau justru air mata itu dianggap tidak pantas dalam ibadah?

Bolehkah Menangis di Makam saat Ziarah Kubur?

Ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW sempat melarang ziarah kubur di awal dakwah, lalu membolehkannya kembali karena ziarah dapat mengingatkan manusia pada akhirat dan kematian. Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Buraidah yang diriwayatkan Muslim, bahwa ziarah kubur membawa kebaikan dan pelajaran bagi yang melakukannya.

Dalam praktiknya, ziarah kubur bukan hanya soal berdiri di depan makam dan membaca doa. Banyak orang yang larut dalam perasaan saat mengingat orang tercinta yang telah wafat. Menangis pun sering kali terjadi secara spontan.

Menurut berbagai penjelasan ulama, menangis di makam saat ziarah kubur diperbolehkan selama tidak berlebihan. Air mata yang mengalir karena rasa sedih, rindu, atau tersentuh oleh kesadaran tentang kematian adalah hal yang manusiawi.

Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pernah menangis saat menziarahi makam ibunya. Ini menjadi dalil kuat bahwa menangis secara wajar bukanlah perbuatan yang dilarang.

Yang tidak diperbolehkan dalam Islam adalah bentuk tangisan yang berlebihan, seperti meratap keras, meraung, menjerit, memukul-mukul diri, atau merobek pakaian. Perilaku ini termasuk dalam larangan niyahah, yaitu ekspresi duka yang melampaui batas kesabaran dan keikhlasan.

Jadi, jika kamu menangis pelan saat ziarah kubur, mengusap air mata sambil berdoa, itu bukan tanda kurang iman. Justru, bisa jadi itu tanda hati yang sedang lembut dan tersentuh oleh pengingat tentang kematian.

Selain menangis, fokus utama ziarah tetaplah mendoakan orang yang telah meninggal. Rasulullah SAW mencontohkan ziarah kubur sebagai sarana memohonkan ampunan dan rahmat bagi para sahabat yang telah wafat. Namun, perlu diingat bahwa mendoakan atau memintakan ampunan hanya diperbolehkan bagi jenazah muslim. Jika yang meninggal adalah musyrik atau kafir, maka doa ampunan tidak dibenarkan.

baca juga

Dalam berdoa, kamu boleh mengangkat tangan, tetapi tidak dianjurkan menghadap langsung ke kuburan. Posisi yang lebih utama adalah menghadap kiblat. Selain itu, ziarah kubur lebih disunnahkan dilakukan dalam posisi berdiri, termasuk saat membaca doa.

Adab Ziarah Kubur Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Agar ziarah kubur bernilai ibadah dan tidak melenceng dari syariat, umat Islam dianjurkan untuk memperhatikan adab-adab berikut.

1. Mengucapkan Salam

Saat memasuki area pemakaman, disunnahkan mengucapkan salam kepada penghuni kubur dari kalangan muslim. Salam ini berisi doa keselamatan dan pengingat bahwa suatu hari kita pun akan menyusul mereka.

2. Tidak Menginjak atau Duduk di Atas Kuburan

Islam sangat menekankan penghormatan terhadap makam. Duduk atau menginjak kuburan dilarang keras, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang menyebut bahwa duduk di atas bara api lebih baik daripada duduk di atas kubur.

3. Membaca Surat-Surat Pendek

Membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas saat ziarah kubur termasuk amalan yang dianjurkan oleh banyak ulama. Bacaan ini diharapkan menjadi doa dan rahmat bagi mayit.

4. Mendoakan Mayit

Inti dari ziarah kubur adalah doa. Rasulullah SAW selalu mendoakan para sahabat yang telah wafat. Saat berdoa, dianjurkan menghadap kiblat dan tidak menghadap langsung ke makam.

5. Berziarah dalam Posisi Berdiri

Sunnah Rasulullah SAW menunjukkan bahwa ziarah kubur dilakukan sambil berdiri, termasuk ketika membaca doa. Posisi ini mencerminkan sikap hormat dan khusyuk.

6. Tidak Melakukan Perbuatan yang Tidak Pantas

Berfoto, tertawa, makan, minum, atau berbicara keras di area pemakaman sebaiknya dihindari. Ziarah kubur adalah momen refleksi, bukan ajang hiburan atau konten.

7. Tidak Mengkhususkan Hari Tertentu

Ziarah kubur boleh dilakukan kapan saja. Tidak ada dalil yang mewajibkan ziarah pada hari tertentu seperti Jumat, hari raya, atau hari-hari kematian tertentu. Yang terpenting adalah niat dan adabnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Rekomendasi Bunga Terbaik untuk Ziarah Makam Pahlawan 10 November

10 Rekomendasi Bunga Terbaik untuk Ziarah Makam Pahlawan 10 November

Lifestyle | Minggu, 09 November 2025 | 09:28 WIB

Hujan Lebat Iringi Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Begini Momennya

Hujan Lebat Iringi Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Begini Momennya

News | Sabtu, 01 November 2025 | 18:06 WIB

Krisis Lahan, 11 TPU di Jakarta Ini Masih Terima Pembuatan Makam Baru

Krisis Lahan, 11 TPU di Jakarta Ini Masih Terima Pembuatan Makam Baru

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 11:42 WIB

Terkini

Ujunggenteng Sukabumi Geger! Pemuda 27 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah

Ujunggenteng Sukabumi Geger! Pemuda 27 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah

Jabar | Senin, 07 September 2026 | 15:42 WIB

Media Inggris: Letusan Gunung Anak Krakatau Bikin 270 Ribu Penumpang Pesawat Terlantar

Media Inggris: Letusan Gunung Anak Krakatau Bikin 270 Ribu Penumpang Pesawat Terlantar

News | Senin, 07 September 2026 | 15:41 WIB

Pasar Pondok Labu Mati Suri, DPRD DKI Siapkan Langkah untuk Menghidupkannya Lagi

Pasar Pondok Labu Mati Suri, DPRD DKI Siapkan Langkah untuk Menghidupkannya Lagi

News | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Kecelakaan Maut Mobil Vs Truk di Tol, 1 Orang Tewas

Kecelakaan Maut Mobil Vs Truk di Tol, 1 Orang Tewas

Sumut | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Liburan Berujung Tertahan di Lombok, Erupsi Krakatau Bikin Pelancong Ini Gagal Hadiri Acara Penting

Liburan Berujung Tertahan di Lombok, Erupsi Krakatau Bikin Pelancong Ini Gagal Hadiri Acara Penting

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

News | Senin, 07 September 2026 | 15:39 WIB

InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional

InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:36 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes

Bogor | Senin, 07 September 2026 | 15:32 WIB

Akademisi USU: Pemulihan Pascabencana Tak Cukup Hanya Bangun Rumah

Akademisi USU: Pemulihan Pascabencana Tak Cukup Hanya Bangun Rumah

Sumut | Senin, 07 September 2026 | 15:31 WIB

×