bandungbarat

Seberapa Berbahaya Fetish yang Dialami Seseorang? Ini 5 Fakta Menurut Psikolog

bandungbarat Suara.Com
Senin, 01 Mei 2023 | 20:35 WIB
Seberapa Berbahaya Fetish yang Dialami Seseorang? Ini 5 Fakta Menurut Psikolog
Ilustrasi fetish pada benda mati. (Pexels Anna Shvets)

SuaraBandungBarat.idFetish merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan seksual berupa respon seksual yang intens akan benda mati.

Istilah fetish muncul beberapa tahun belakangan, maka dari itu terdapat beberapa kekeliruan pemahaman mengenai fetish di tengah masyarakat.

Berikut 5 fakta mengenai fetish yang harus kamu tahu berdasarkan penuturan psikolog.

1. Fetish adalah gairah seksual yang melibatkan benda mati, seperti sepatu hak tinggi, celana dalam, atau fokus pada anggota tubuh lainnya seperti kaki atau rambut.

2. Fetish tidak sama dengan BDSM (Bondage and Discipline, Dominance and Submission, Sadism and Masochism) atau masokisme.

Aktivitas BDSM dilakukan dengan melibatkan peran akan ketimpangan kekuasaan, BDSM fokus pada aktivitas hubungan badan seperti mengikat dan mendominasi pasangan, jadi kurang tepat jika ada seseorang yang berkata bahwa fetish-nya berupa BDSM.

3. Tidak semua fetish merupakan sejenis gangguan atau penyakit.

Ada orang-orang yang memiliki fetish ringan, misalnya ketika ia melihat pasangan mengenakan sepatu hak tinggi justru membuatnya semakin bersemangat dan terangsang, namun bila tidak ada pun tidak menjadi masalah.

“Yang udah perlu konsultasi ke psikolog itu yang kalau fetish-nya udah jadi keharusan, udah gantiin relasi sama pasangan,” ucap Inez Krisanti, seorang Psikolog Klinis, dilansir dari akun Tiktok @inezkrisanti pada Senin (1/5/2023).

Baca Juga: Tambah Kekuatan Lini Tengah, PSS Sleman Resmi Datangkan Wahyudi Hamisi

Misalnya, ia sudah tidak lagi peduli untuk berhubungan dengan pasangannya, hanya mau masturbasi dengan memakai celana dalam perempuan saja, dan mengganggu fungsi seksualnya sehari-hari.

4. Orang yang memiliki fetish tidak sama dengan penjahat kelamin.

Tidak semua orang yang memiliki fetish akan bertindak secara semena-mena dan berbuat hal-hal yang mengganggu orang-orang di sekitarnya, ada orang dengan fetish yang dipraktikkan sewajarnya dengan pasangan konsensual, hal tersebut tidak akan menjadi masalah.

”Tapi jangan pernah melibatkan orang ke dalam fetish kamu tanpa persetujuan mereka,” kata Inez Krisanti.

5. Boleh untuk coba mengajukan fetish ke pasangan, dengan catatan tidak boleh memberi paksaan.

Jika seseorang sudah cenderung memaksa dan memiliki keharusan untuk dituruti, maka perlu untuk berkonsultasi dengan psikolog.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI