Kembali Ungkit Makan Babi Dipenjara? Inilah Alasan Guru Gembul Bahas Video Lina Mukherjee yang Dianggap Sebagai Penistaan Agama: Standar Ganda

bandungbarat Suara.Com
Selasa, 09 Mei 2023 | 10:30 WIB
Kembali Ungkit Makan Babi Dipenjara? Inilah Alasan Guru Gembul Bahas Video Lina Mukherjee yang Dianggap Sebagai Penistaan Agama: Standar Ganda
Potret Guru Gembul dan Lina Mukherjee. Guru Gembul membahas persoalan terkait penistaan agama Lina Mukherjee.

SuaraBandungBarat.Id – Pada zaman sekarang, banyak sekali orang yang memilih agamanya sebagai tameng untuk menutupi kesalahannya. Namun tak jarang juga, agama seringkali dibuat komedian. Dalam channel Youtube Dr. Richard, Guru Gembul membahas tentang agama yang seringkali dijadikan sebagai komedi. 

Menurutnya dirinya sendiri tidak mengetahui, bahwa seseorang sudah menistakan agama atau tidak. Karena agama itu bersifat sakral, spiritual dan subjektif.

Seseorang bisa menilai itu sebagai penistaan agama atau bukan, itu tergantung cara orang tersebut melihatnya.

“Saya kasih contoh yang kemarin langsung aja ya, ada Tiktoker yang dilaporkan penistaan agama. Gara-gara bismillah makan babi gitu kan oke,” Kata Guru Gembul dikutip Selasa, (09/05/2023).

Karena banyak orang yang berargumentasi, bahwa bismillah itu merupakan simbol islam. Namun dengan memakan babi adalah simbol haram dalam islam. Maka hal tersebut disebut sebagai penistaan agama.

“Kenapa dia dianggap sebagai menistakan agama, orang-orang yang melaporkannya mengatakan bahwa, dia ngomong bismillah yang itu artinya adalah simbol-simbol islam. Tapi kemudian dia makan babi, sebagai sesuatu yang diharamkan dalam islam. Itu adalah argumentasinya oke,” tegasnya.

Namun ada yang lebih tidak masuk akal, orang yang mengkorupsi uang dalam pengadaan Al-Quran, malah tidak dianggap sebagai penistaan agama.

“Kemudian di tahun 2017 itu pengadaan Al-Quran, yang dikorupsi oleh pejabat-pejabat di Indonesia. Lalu keluarlah Fatwa MUI atau pernyataan dari orang MUI, pada waktu yang mengatakan bahwa korupsi Al-Quran itu bukan penistaan agama,” tambah Guru Gembul.

Jika dilihat dari penilaian kedua kasus tersebut, agama bisa disebut sebagai standar ganda. Karena agama benar-benar tidak bisa ditakar dalam konteks tersebut.

Baca Juga: Real Madrid vs Manchester City: Peluang Erling Haaland Lampaui Rekor Gol Lionel Messi

“Standar gandanya disitu, kenapa bisa standar ganda itu ya kaya tadi itu. Karena istilah penistaan agama, istilah kita ngejoks agama dan sebagainya. Itu sepenuhnya subjektif karena agama itu bener-bener gak bisa ditakar dalam konteks itu,” tambahnya. (*)

Sumber Berita : Youtube / dr. Richard Lee, MARS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI