SUARA BANDUNG BARAT- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB menyambut baik kebijakan pemerintah terkait penetapan berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot mengatakan, berakhirnya pandemi Covid-19 tersebut menjadi angin segar bagi dunia pariwisata khususnya di KBB.
"Ini momentum industri pariwisata untuk kembali bangkit setelah dua tahun mengalami keterpurukan," katanya.
Ia menambahkan, saat ini ada enam fokus pembangunan di dunia kepariwisataan pasca pandemi Covid-19 tersebut berakhir. Terlebih pada saat itu banyak pembelajaran berharga untuk bangkit.
"Pertama, adalah meningkatkan nilai tambah produk pariwisata. Pembangunan kepariwisataan haruslah disertai dengan upaya meningkatkan nilai tambah dari suatu produk," katanya.
"Selain itu menciptakan produk unggulan yang unik sebagai unique selling dan berorientasi pada pemenuhan wisatawan, terlebih kepada wisatawan minat khusus," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, hal yang penting harus dilakukan adalah menguatkan tata kelola kepariwisataan yang berorientasi pada sinergi dan orkestrasi setiap pemangku kepentingan.
"Tata kelola kepariwisataan yang menitikberatkan pada orkestrasi seluruh aktor dan sektor pariwisata harus semakin diperkuat," katanya.
Ia menyebut, aspek ketiga adalah arah pengembangan pariwisata pasca pandemi adalah dengan memperhatikan daya dukung di setiap destinasi pariwisata.
Baca Juga: Link Live Streaming Bhayangkara FC vs RANS Nusantara FC BRI Liga 1
"Arah kebijakan pembangunan kepariwisataan tidak lagi menitikberatkan pada jumlah kunjungan sehingga akan menimbulkan dampak negatif bagi kelestarian atraksi dan destinasi wisata," katanya.
"Melainkan adanya pembatasan yang sesuai dengan daya dukung maksimal yang dimiliki oleh setiap atraksi dan destinasi wisata tersebut," imbuhnya.
Ia menyebut, hal keempat yang harus menjadi perhatian adalah terkait mitigasi bencana dan musibah, serta perilaku wisatawan yang memperhatikan aspek keamanan dalam berwisata.
"Kelima adalah penguatan positive image kepariwisataan yang menekankan pada aspek keselamatan dan kesehatan wisatawan harus diperkuat. Wisatawan harus terjamin keselamatannya ketika berwisata," katanya.
"Penekanan kepada Kesehatan dan keselamatan dalam berwisata melalui program CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan environment sustainability) tentu saja harus selalu digalakkan dalam setiap promosi yang dilakukan," imbuhnya.
David menegaskan, hal terakhir yang tidak kalah penting adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia kepariwisataan. Pengembangan Upskilling, Reskilling dan Multiskilling.