bandungbarat

Pandemi Covid-19 Berakhir, Ini yang Dilakukan Disparbud Bandung Barat

bandungbarat Suara.Com
Minggu, 09 Juli 2023 | 18:57 WIB
Pandemi Covid-19 Berakhir, Ini yang Dilakukan Disparbud Bandung Barat
Kuda Nil menjadi salah satu koleksi di wisata Lembang Park and Zoo (LPZ) (Hendra H Hidayat)

SUARA BANDUNG BARAT- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB menyambut baik kebijakan pemerintah terkait penetapan berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot mengatakan, berakhirnya pandemi Covid-19 tersebut menjadi angin segar bagi dunia pariwisata khususnya di KBB.

"Ini momentum industri pariwisata untuk kembali bangkit setelah dua tahun mengalami keterpurukan," katanya.

Ia menambahkan, saat ini ada enam fokus pembangunan di dunia kepariwisataan pasca pandemi Covid-19 tersebut berakhir. Terlebih pada saat itu banyak pembelajaran berharga untuk bangkit.

"Pertama, adalah meningkatkan nilai tambah produk pariwisata. Pembangunan kepariwisataan haruslah disertai dengan upaya meningkatkan nilai tambah dari suatu produk," katanya.

"Selain itu menciptakan produk unggulan yang unik sebagai unique selling dan berorientasi pada pemenuhan wisatawan, terlebih kepada wisatawan minat khusus," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal yang penting harus dilakukan adalah menguatkan tata kelola kepariwisataan yang berorientasi pada sinergi dan orkestrasi setiap pemangku kepentingan. 

"Tata kelola kepariwisataan yang menitikberatkan pada orkestrasi seluruh aktor dan sektor pariwisata harus semakin diperkuat," katanya.

Ia menyebut, aspek ketiga adalah arah pengembangan pariwisata pasca pandemi adalah dengan memperhatikan daya dukung di setiap destinasi pariwisata. 

Baca Juga: Link Live Streaming Bhayangkara FC vs RANS Nusantara FC BRI Liga 1

"Arah kebijakan pembangunan kepariwisataan tidak lagi menitikberatkan pada jumlah kunjungan sehingga akan menimbulkan dampak negatif bagi kelestarian atraksi dan destinasi wisata," katanya.

"Melainkan adanya pembatasan yang sesuai dengan daya dukung maksimal yang dimiliki oleh setiap atraksi dan destinasi wisata tersebut," imbuhnya.

Ia menyebut, hal keempat yang harus menjadi perhatian adalah terkait mitigasi bencana dan musibah, serta perilaku wisatawan yang memperhatikan aspek keamanan dalam berwisata.

"Kelima adalah penguatan positive image kepariwisataan yang menekankan pada aspek keselamatan dan kesehatan wisatawan harus diperkuat. Wisatawan harus terjamin keselamatannya ketika berwisata," katanya.

"Penekanan kepada Kesehatan dan keselamatan dalam berwisata melalui program CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan environment sustainability) tentu saja harus selalu digalakkan dalam setiap promosi yang dilakukan," imbuhnya.

David menegaskan, hal terakhir yang tidak kalah penting adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia kepariwisataan. Pengembangan Upskilling, Reskilling dan Multiskilling.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI