SUARA BANDUNG BARAT - Benarkah Syahnaz Sadiqah, adik Raffi Ahmad ngamuk karena disebut tidak menyesal atas kasus perselingkuhanny?
Syahnaz dan Jeje belum lama ini memang telah mengklarifikasi kasus perselingkuhannya lewat video yang diunggah akun Youtube miliknya.
Namun pada video klarifikasi tersebut, ekspresi Syahnaz menjadi sorotan karena disebut seolah akting dan berpura-pura menyesal dengan perbuatannya.
Bahkan pakar ekspresi Kirdi Putra juga sempat mengungkapkan bahwa cara Syahnaz tersenyum sama sekali tidak menunjukkan penyesalan.
"Syahnaz ketika dia mengucapkan permintaan maafnya dia, banyak ditandai kalo kita perhatikan tarikan bibir ini ke arah atas, artinya senyum ditahan, senyum ditahan itu artinya dia tidak menampilkan ekspresi takut dan sedih, ekspresi takut dan sedih ini penyesalan," kata Kirdi Putra.
Hingga baru-baru ini muncul video yang mengklaim bahwa Syahnaz ngamuk karena disebut tidak menyesal oleh Kirdi Putra.
Informasi tersebut diunggah oleh pemilik kanal Youtube Zdravo Zajedno dalam sebuah video berjudul 'AIR MATA BUAYA, SYAHNAZ CUMA AKTING !! RENDY SAMPE KETAWA LIAT EKSPRESI SYAHNAZ SAAT KLARIFIKASI'.
"SYAHNAZ NGAMUK DIBILANG TIDAK MENYESAL OLEH PAKAR EKSPRESI," keterangan yang tertulis dalam thumbnail video tersebut.
Terlihat juga potret Syahnaz yang seolah marah kepada Kirdi Putra dalam thumbnail video tersebut.
Namun setelah ditonton, dalam video tersebut tidak ada informasi dan bukti yang akurat tentang kebenaran bahwa Syahnaz ngamuk karena disebut tidak menyesal oleh pakar ekspresi, Kirdi Putra.
Dengan demikian, video tersebut dapat dikategorikan ke dalam informasi bohong atau hoaks alias tidak benar.
Disclaimer: Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandungbarat.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].(*)