Angkot pun berhenti, tepat di lokasi longsor itu, hujan semakin deras di luar. Dan nampak pemuda itu tak membawa payung sama sekali.
"Masih hujan a (A adalah sapaan hormat dalam bahasa sunda)," kata sang supir.
"Teu nanaon kang, rek neangan jasad, (Nggak apa-apa kang, mau nyari jasad)," jawab si pemuda.
Setelah melemparkan uang, sosok pemuda itu pun telah ditelan gelepan dan hujan malam. Angkot pun dipacunya dengan kencang. (*)