SUARA BANDUNG BARAT - Viral kasus pemotretan prewedding menggunakan hand flare yang menyebabkan kebakaran di Bukit Teletubbies Gunung Bromo. Akibatnya, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup total.
Namun, apa itu hand flare dan bagaimana cara tepat menggunakannya? Simak jawaban Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran yang dilansir oleh bandungbarat.suara.com melalui akun TikTok resmi @djpl_btkp, Jumat (8/9/2023).
“Hand flare merupakan tongkat silinder kecil yang ketika diaktifkan dapat menghasilkan asap merah yang intens, atau cahaya tanpa ledakan,” jelasnya.
Hand flare dapat digunakan baik siang maupun malam hari. Sebenarnya, hand flare digunakan untuk meminta pertolongan secara visual.
Asap dan cahaya yang dikeluarkan menjadi pertanda visual Sehingga, tim penyelamat dapat yang ada di sekitar dapat memberikan bantuan.
Berikut cara tepat menggunakan hand flare:
1. Pegang hand flare dengan satu tangan.
2. Buka tutup hand flare, lalu tarik tuas yang ada di dalamnya untuk mengaktifkan flare.
3. Setelah menyala, jauhkan hand flare dari wajah.
4. Lalu, pegang hand flare sampai cahaya mati.
Gunakan hand flare dengan bijaksana, sesuaikan dengan lokasi dan kondisi. Sehingga tidak merugikan orang lain dan mendatangkan bencana lain di lokasi.(*)