SUARABANDUNGBARAT - Terasi, juga dikenal sebagai belacan atau srim pass, adalah bumbu yang terbuat dari ikan atau udang yang telah mengalami proses fermentasi.
Bumbu khas Asia Tenggara ini tidak hanya menambahkan cita rasa pada hidangan, tetapi juga memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan.
Berikut adalah beberapa fakta menarik dan manfaat kesehatan terasi menurut penjelasan dari Dr. Fery dalam kanal YouTube Dokter Fery TV.
Asal Usul dan Bahan Dasar Terasi
Terasi berasal dari Tiongkok pada zaman Dinasti Han sekitar abad ke-3 sebelum masehi. Bumbu ini kemudian menyebar ke berbagai negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Terasi terbuat dari udang atau ikan yang difermentasikan. Di Indonesia, udang sering digunakan sebagai bahan dasar terasi, sementara di Thailand lebih umum menggunakan ikan seperti ikan teri atau ikan belida.
Aroma yang Kuat
Salah satu ciri khas terasi adalah aromanya yang sangat kuat. Meskipun baunya mungkin dianggap cukup kuat oleh sebagian orang, bagi penggemar terasi, ini adalah hal yang menggugah selera.
Kegunaan
Terasi digunakan sebagai bumbu tambahan dalam berbagai hidangan di Asia Tenggara. Biasanya, terasi digunakan untuk menambahkan rasa gurih pada masakan seperti sambal, tumis, dan hidangan lainnya. Setiap negara atau daerah memiliki variasi terasi yang berbeda.
Kandungan Nutrisi
Terasi mengandung banyak nutrisi penting seperti protein, asam lemak omega-3, dan kalsium. Meskipun mengandung nutrisi yang baik, konsumsi terasi harus bijak karena kadar garamnya yang tinggi.
Peran Budaya
Terasi memiliki peran penting dalam budaya makanan di Asia Tenggara. Bumbu ini menjadi tak terpisahkan dari hidangan tradisional dan memiliki tempat istimewa dalam masakan daerah tersebut.
Sumber Protein dan Mineral
Terasi mengandung protein tinggi karena bahan dasarnya adalah ikan atau udang. Selain itu, terasi juga mengandung berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, dan natrium yang penting untuk kesehatan tulang, gigi, dan fungsi sistem saraf.
Probiotik dan Antioksidan
Selama proses fermentasi, terasi mengandung mikroorganisme yang dapat berperan sebagai probiotik, yaitu bakteri baik yang menguntungkan bagi kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, terasi juga mengandung senyawa antioksidan tertentu seperti polifenol yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas.
Tips Mengolah Terasi
Terdapat beberapa cara untuk mengolah terasi, seperti menggoreng terasi terlebih dahulu untuk mengurangi bau amis dan memperdalam rasa. Terasi juga bisa dimasukkan dalam tumisan atau sebagai bumbu pelengkap dalam saus atau sambal.(*)