SUARA BANDUNG BARAT - Mengenai persiapan menjelang MotoGP Mandalika 2023, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria mengatakan, telah mendekati 100 persen.
Adapun persiapan jelang MotoGP Mandalika 2023, yang mencakup persiapan race, dan persiapan non-race.
Persiapan race yakni meliputi permukaan lintasan, paddock garage, hingga pit lane. Sementara, untuk non-race yang di luar sirkuit sebagai penunjang atau acara sempalan (side event).
"Boleh dibilang begitu (persiapan mendekati 100 persen), karena MotoGP tahun lalu sampai ini, kita operasional 10 bulan karena ditutup untuk hujan, bulan puasa, dan lebaran. Jadi, efektifnya 10 bulan, MGPA selama 10 bulan telah menjalankan 45 kegiatan baik roda dua, roda empat, drifting dan Mandalika Racing Series," kata Priandhi.
"Event-event itu adalah pemeriksaan alat-alat. Kalau untuk (kegiatan) balap, sebenarnya Sirkuit Mandalika selalu siap untuk menggelar balapan," sambung Priandhi, seperti dilansir dari ANTARA, pada Selasa (3/10/2023).
Persiapan lainnya juga meliputi tenaga kerja di lapangan, termasuk marshall yang kini didominasi oleh marshall Indonesia, dan loka dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Kalau dibilang 100 persen Indonesia, sebenarnya nggak juga. Kita mau kasih marshall luar negeri karena skill-nya, entah timing system, hitung-hitungan, dan lainnya itu yang belum terbiasa. Jadi, untuk lainnya itu baru 100 persen itu Indonesia," kata Priandhi.
"Jadi, itu kebanggaan buat kami bahwa marshall lokal bisa memberikan kontribusi, itu adalah kebanggaan," katanya menambahkan.
Selain itu, Priandhi juga mengatakan, antusiasme masyarakat dan penggemar MotoGP pada putaran ke-15 mendatang. Ia menyebutkan sebanyak 60 persen tiket sudah terjual.
Baca Juga: 5 Tanaman Hias Ini Banyak Dicari, Satu di Antaranya Dipercaya Bisa Datangkan Rezeki
"Untuk yang hari ini belum (ada informasi terbaru), ya. Cuma kemarin (kami lihat) sudah di atas 60 persen. Detailnya nanti akan dibagikan, yang kategori Royal sudah penuh, dan kategori Deluxe sudah hampir 75 persen," ucap Priandhi.
Ia melanjutkan, para penggemar memiliki kecenderungan untuk membeli tiket di menit-menit akhir jelang Grand Prix dimulai. (*)