Daun kratom juga memiliki efek meningkatkan suasana hati. Bahkan, masyarakat sering menggunakan tanaman herbal ini untuk pengobatan tradisional terhadap orang-orang yang kecanduan opioid, membantu meringankan gejala penarikan morfin dan etanol.
Selain itu, daun kratom juga berpotensi sebagai antidepresan. Sebab, daun ini dapat menurunkan kadar kortikosteroid.
Kadar kortikosteroid yang tinggi berkaitan dengan depresi. Tetapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan hal tersebut.
4. Berisiko Memberikan Efek Samping
Dosis kecil jarang berdampak pada kesehatan. Tetapi, bila dosis lebih besar ternyata bisa memicu efek samping kratom.
Pemakaian daun kratom ini umumnya menimbulkan efek samping ringan, seperti mual dan sembelit.
Selain itu, bisa memicu berkeringat, gatal, pusing, mulut kering, halusinasi, kejang, dan kerusakan hati.
Adapun efek samping jangka panjang bisa terjadi, termasuk kulit wajah gelap, mulut kering, sering buang air kecil, anoreksia, penurunan berat badan dan sembelit.
5. Konsumsi dengan Berbagai Cara
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Kuliner di Bandung Paling Lengkap dan Kekinian
Daun kratom adalah tanaman herbal yang dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, mulai dari mengunyah langsung, menggerusnya, mengasapi, atau menyeduh menjadi teh.
Selain itu, teknologi sekarang ini juga memungkinkan mengolah daun kratom ini menjadi suplemen berbentuk pil atau bubuk.