- Waspadai rembesan oli dan suara mesin kasar tanda komponen mulai aus.
- Bunyi kaki-kaki saat tes jalan indikasi suspensi minta ganti baru.
- Cek sealer pintu dan kolong jok untuk deteksi bekas tabrakan banjir.
Suara.com - Punya anggaran Rp50 jutaan untuk membeli mobil pertama atau sekadar mobil harian memang menggoda. Di rentang harga ini, biasanya Anda akan bertemu dengan mobil keluaran tahun 2000-an awal hingga 2010.
Namun hati-hati, di usia yang tak lagi muda, mobil-mobil ini sering menyimpan "bom waktu" jika Anda tidak teliti.
Alih-alih hemat, Anda malah bisa rugi bandar karena biaya perbaikan yang membengkak. Agar tidak salah pilih unit, perhatikan detail penyakit khas mobil tua berikut ini sebelum Anda memutuskan untuk deal.
1. Ruang Mesin: Jangan Terkecoh Suara Halus Saja
Mesin adalah jantung kendaraan. Pada mobil usia 10-20 tahun, karet-karet penyekat (gasket) seringkali sudah getas karena panas.
- Cek Kebocoran: Intip sela-sela blok mesin. Apakah ada lelehan oli basah atau kerak oli kental? Jika ada, siapkan dana lebih untuk turun setengah mesin (top overhaul).
- Getaran Idle: Saat mesin menyala diam (idle), perhatikan getarannya. Jika mesin terasa pincang atau bergetar hebat, bisa jadi engine mounting sudah pecah atau ada masalah pengapian pada koil dan busi.
- Suhu Mesin: Pastikan radiator tidak diisi air keran biasa yang menyebabkan karat. Sistem pendingin yang buruk adalah musuh utama mobil tua yang menyebabkan overheat.
2. Kaki-Kaki: Dengarkan "Nyanyian" di Jalan Rusak
Sektor ini paling sering luput karena posisinya di bawah. Padahal, perbaikan kaki-kaki bisa menguras dompet hingga jutaan rupiah.
- Bunyi Asing: Saat test drive, matikan audio dan lewati jalanan yang tidak rata atau polisi tidur. Bunyi "kluk-kluk" atau "gluduk" adalah sinyal merah bahwa shockbreaker, tie rod, atau bushing arm sudah minta pensiun.
- Setir Berat: Rasakan putaran setir. Jika mobil sudah menggunakan EPS (Electronic Power Steering) namun setir terasa berat atau "membuang" ke satu sisi, komponen rack steer mungkin bermasalah.
![Harga Mobil HRV Bekas. [Dok Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/02/93515-mobil-bekas.jpg)
3. Detektif Bodi: Melacak Bekas Celaka
Jangan hanya terpesona cat yang mengkilap. Cat bisa disulap, tapi struktur sasis sulit dibohongi.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
- Jurus Sealer: Periksa sealer (lapisan karet penutup sambungan plat) di kap mesin dan pinggiran pintu. Tekan dengan kuku. Sealer asli pabrik terasa kenyal. Jika keras seperti semen atau bahkan hilang sama sekali, besar kemungkinan bagian itu pernah diperbaiki akibat tabrakan.
- Jejak Banjir: Intip bagian tersembunyi seperti rel kursi, bawah dasbor, atau pedal gas. Adanya karat di area interior ini adalah indikasi kuat mobil pernah "berenang" alias terendam banjir.
4. Kelistrikan & Kenyamanan Kabin
Mobil tua sering bermasalah di sambungan kabel yang mulai rapuh.
- AC Wajib Menggigil: Jangan terima alasan "cuma kurang freon". AC yang tidak dingin seringkali menandakan kompresor lemah atau kebocoran evaporator yang biaya gantinya tidak murah.
- Indikator Dasbor: Putar kunci ke posisi 'ON'. Pastikan semua lampu menyala, lalu hidupkan mesin. Lampu seperti Check Engine atau indikator ABS harus mati. Jika menyala terus, ada sensor atau sistem yang malfungsi.
Langkah Pamungkas: Jangan Beli Kucing dalam Karung
Secinta apapun Anda pada pandangan pertama, wajib hukumnya melakukan test drive. Rasakan perpindahan gigi, respons rem, dan kenyamanan berkendara.
Selain itu, cek fisik nomor rangka dan mesin, pastikan akur dengan STNK dan BPKB. Jika Anda masih ragu dengan kemampuan teknis sendiri, menyewa jasa inspektor mobil independen adalah investasi kecil yang menyelamatkan Anda dari kerugian besar di masa depan.
Ingat, membeli mobil bekas 50 jutaan butuh logika, bukan sekadar emosi!