Kuartal kedua di 2023 nanti, diharap menjadi momen masuknya investor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono belum lama ini.
Katanya, banyak investor yang mengirimkan letter of intent buat investasi di pembangunan IKN. Surat itu ditujukan ke Kemenpupera atau Otorita IKN.
Ia menjelaskan, pihaknya kini sedang mempersiapkan pengembangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Tepatnya di wilayah 1B dan 1C. Fokusnya, pada pengembangan KIPP untuk perkantoran.
"Nanti pada kuartal kedua tahun depan, diharapkan mereka (investor) baru masuk," ujarnya, melansir dari WartaEkonomi.co--Jaringan Suara.com, Senin (05/12/2022).
Ia melanjutkan, dengan dana APBN, Kemenpupera sudah memulai pembangunan prasarana dasar di IKN. Tujuannya, sebagai modal awal agar mengundang investor.
Untuk diketahui, anggaran dari APBN untuk IKN Nusantara hanya 20 sampai 30 persen saja. Sisanya, IKN akan didanai lewat investasi. Menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Yang 20%-30% inilah yang kami mulai kerjakan sejak Agustus 2022 seperti jalan-jalan konektivitas, air minum, jembatan, tempat sampah, sanitasi, pengendali banjir, kantor-kantor pemerintah semua sudah kami mulai. Dengan demikian investor ke IKN sudah bisa mulai masuk pada 2023," katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengungkapkan, permintaan investasi di IKN capai 39 kali lipat dari kapasitasnya.
“Setelah jajak pasar memang berkembang luar biasa minat dari para investor yang menghubungi kami, sehingga hampir 40 kali, tepatnya 39 kali lipat, dari area-area yang memang kita siapkan untuk investasi pada tahap pertama ini,” ucapnya.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Kenali 5 Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Tubuh
Ia menambahkan, tahap pertama yang disiapkan untuk menarik minat investasi ialah pembangunan di KIPP yang meliputi Istana Presiden dan Wakil Presiden. Serta, kantor-kantor kementrian/lembaga.
“Itu istilahnya 1A. Sekarang kita buka lagi di 1B dan 1C,” tegasnya.