Salah satu jenis permaian yang kini viral dimainkan adalah latto-latto. Latto-latto terdiri dari dua bola plastik yang diikat seutas tali. Kemudian tengah tali diberi pembatas sebagai tempat memegang.
Saat digerakkan, dua biji plastik akan saling bertabrakan. Mengeluarkan suara khas “taktok-taktok”.
Permainan latto-latto sudah lama ada. Namun kini kembali viral dan dimainkan bukan hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Sejumlah manfaat pun telah dikemukakan ketika anak melakukan permainan latto-latto. Berikut beberapa manfaat ketika anak bermain latto-latto:
1. Melatih kesabaran dan emosi
“Usaha tidak akan mengkhianati hasil,” pepatah ini mungkin sering diucapkan oleh para cendekiawan dengan maksud agar kita tidak mudah menyerah terhadap tujuan-tujuan yang ingin diraih.
Begitu juga saat hendak memainkan permainan latto-latto yang terbilang cukup sulit ini. Nah, bila anak merasa kesulitan, coba beri dukungan dan bantu mereka untuk melakukannya.
Dengan begitu, anak dapat belajar mengontrol emosi dan kesabarannya.
2. Mengurangi kecanduan HP bagi anak
Seperti yang diketahui, memberikan si kecil HP atau gawai bukanlah opsi terbaik untuk menghentikan rengekan mereka kala bunda tengah sibuk bekerja atau melakukan aktivitas-aktivitas lain di rumah.
Pasalnya, memberikan gadget secara terus-menerus dalam durasi lama dapat membuat anak tandas mengalami kecanduan, hal ini bisa saja mengakibatkan mereka tidak peka bahkan menjadi malas bersosialisasi dengan teman-teman sepantaran di lingkungan tempat tinggalnya.
Salah satu tips mencegah anak agar tidak kecanduan gadget adalah dengan memberikan mainan latto-latto. Sebab selain murah, mainan ini cukup menyenangkan dan populer di kalangan anak-anak kompleks perumahan, sehingga dipastikan si kecil tidak akan cepat merasa bosan.
3. Melatih konsentrasi
Meskipun mainan latto-latto ini kelihatan cukup simpel, rupanya untuk memainkannya membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi.
Pasalnya, mainan ini terdiri dari dua buah bandul yang dikaitkan dengan seutas tali.
Kemudian pemain menggoyang-goyangkannya beberapa kali hingga dua buah bandul itu saling bertubrukan menghasilkan bunyi ketukan lotto-latto.
Pemain latto-latto dikatakan berhasil memenangkan permainan ini, bila mereka dapat membuat bandul tersebut terus bertubrukan dalam waktu yang cukup lama.
Beberapa influencer bersama anaknya membagikan pengalaman mereka bermain latto-latto di sosial media, mengaku kesulitan mempertahankan tempo ketukannya.
4. Melatih motorik
Nyatanya memainkan motorik tidak hanya membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi, melainkan juga untuk sistem motorik tubuh, terutama kekuatan tangan.
Pemain yang berhasil memantulkan dua bandul, cenderung terbakar semangat untuk mempertahankan tempo ketukan dalam durasi yang cukup lama.
Bila anak cakap dalam memantulkan bandul latto-latto tersebut, secara tidak langsung dapat melatih konsentrasi dan anggota gerak mereka.