Kerabat dari Ibu Eny, Sumaryono membeberkan jejak pernikahan dari orang tua Tiko, Herman Moedji Susanto dan Eny Sukaesih.
Sumaryono mengaku masih kerabat dekat dari Ibu Eny karena berasal dari desa yang sama.
Sumaryono pun memanggil ayah Tiko dengan sebutan Pak Puh, karena keluarganya lebih muda dari keluarga Ibu Eny.
"Saya dengan Ibu Eny itu karena satu desa biasanya itu masih ada hubungan (saudara)."
"Cuma kita kerabatnya itu gak terlalu dekat, tapi kita satu nenek dan kakek jadi masih saudara," ungkap Sumaryono, dikutip dari akun Youtube Dendenny, Selasa (10/1/2023).
"Makanya kita panggil Pak Puh, jadi posisinya lebih tua keluarga dia dari pada keluarga saya," jelasnya.
Sumaryono menjelaskan dirinya sempat ikut mengantarkan Ibu Eny saat menikah dengan Herman.
Meski tidak terlalu ingat, Sumaryono menyebut pernikahan itu terjadi sekira tahun 1996-an.
"Dulu waktu Ibu Eny menikah saya juga ikut mengantarkan, saya datang ke rumah, ke kakak iparnya, ngga tahu persisnya kira-kira tahun 1996 atau 1997," tuturnya.
Baca Juga: Braakkk! Atap Bangunan MIM di Sragen Ambruk Timpa Guru dan Murid, 3 Orang Luka-luka
Kala itu, Sumaryono menyebut ayah Tiko sempat dijodohkan dengan keponakannya sendiri lalu meminta dicarikan seorang janda.
"Waktu nikah dengan ibu Eny itu, pak Herman ini di jodohkan dengan keponakannya sendiri, dia mintak dicarikan janda yang gak punya anak untuk mendampingi dia," jelasnya.
Sumaryono pun mengaku kaget saat tahu kisah Tiko menjadi viral. Sebab, ia sudah lama kehilangan kontak dengan keluarga Tiko.
Di sisi lain, Sumaryono juga membantah soal isu yang beredar terkait Tiko bukan anak kandung Ibu Eny dan Pak Herman.
Menurutnya, Tiko anak kandung mereka sebab dirinya ingat saat Tiko lahir masih berada di rumah daerah Bintara.
"Kelihatannya Tiko lahir di Jakarta waktu masih di Bintara, karena waktu itu banjir terus, makanya pindah ke Klender, posisi rumah kosong," tuturnya.