Beredar kabar Johnny G Plate meminta ampunan karena takut dipenjara. Kabar itu beredar dalam bentuk video.
Unggahan video dengan klaim tersebut ternyata masuk dalam koneksi yang salah. Faktanya, judul pada unggahan itu tak sesuai dengan isi dan narasi di video.
Narasi yang diberikan adalah “GEGER PAGI INI || ASET NEGARA 5,7 TRILIUN DIKEMBALIKAN, PLATE NGEMIS2 MINTA AMPUN TAKUT DIPENJARA”.
Channel YouTube Kabar News mengunggah konten itu pada 8 Juni 2023. Kabarnya, Johnny G Plate sampai memohon untuk tidak dipenjara atas kasus korupsi dalam proyek penyediaan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G.
Untuk diketahui korupsi itu terjadi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyeretnya. Selain itu, dituliskan pula bahwa aset negara sebesar Rp 5,7 triliun juga telah dikembalikan.
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya judul pada unggahan tersebut tak sesuai dengan isi dan narasi dalam video.
Berbeda dengan keterangan judul, nyatanya video tersebut hanya berisi mengenai pengembalian uang senilai Rp 534 juta rupiah dari adik kandung Johnny.
Untuk diketahui, Johnny G Plate merupakan seorang mantan Menteri Kominfo yang terseret kasus tindak pidana korupsi dalam proyek penyediaan menara BTS 4G serta infrastruktur pendukung 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Kominfo bersama dengan sejumlah orang lainnya.
Menurut tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), para tersangka terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan merekayasa dan mengondisikan proses lelang proyek yang telah berlangsung sejak 2020-2022 kemarin.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bawaslu Ciduk Ganjar Bagi-bagi Sembako Saat Kunjungan Kerja
Selain itu Kejagung juga menyebut bahwa adik kandung Johnny, Gregorius A. Plate, telah mengembalikan secara sukarela atas fasilitas yang diterimanya dalam bentuk uang senilai Rp 534 juta rupiah ke penyidik Jampidsus.
Adapun uang tersebut ia terima terkait pengadaan menara BTS 4G serta infrastruktur pendukung 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube Kabar News merupakan konten dengan koneksi yang salah.