Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump

Erick Tanjung, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:52 WIB
Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump
Momen Presiden Prabowo dalam forum Dewan Perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump (Instagram/presidenrepublikindonesia)
baca 10 detik
  • Prabowo siap keluar dari BoP jika tidak mendukung kemerdekaan penuh Palestina.
  • Pengamat menilai keanggotaan Indonesia di BoP mencerminkan disorientasi politik luar negeri.
  • Pemerintah didorong meninjau ulang keanggotaan demi menjaga kedaulatan dan konstitusi negara.

Suara.com - Keanggotaan Indonesia dalam aliansi Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus menuai sorotan tajam. Menanggapi polemik tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah bertemu dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh agama, serta ulama di Istana Negara.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan kesiapannya untuk memutuskan Indonesia keluar dari BoP apabila aliansi tersebut terbukti tidak sejalan dengan misi diplomasi Indonesia, yakni mewujudkan perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina.

Pengamat menilai situasi ini merupakan titik balik krusial bagi Indonesia untuk membuktikan kedaulatan diplomatiknya. Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Marup Wirasenjaya, menyatakan bahwa momen ini adalah waktu yang tepat bagi pemerintah untuk menunjukkan martabat bangsa tanpa rasa takut.

"Jika selama ini Prabowo menggembar-gemborkan Indonesia power, inilah saatnya menunjukkan bahwa kita tidak takut pada gertakan Donald Trump. Ini adalah soal argumen kedaulatan," ujar Ade saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

Ade menekankan bahwa kekhawatiran akan ancaman ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk mundur. Menurutnya, langkah pemerintah bergabung dengan BoP sejak awal terkesan terburu-buru dan mencerminkan adanya disorientasi politik luar negeri. Keinginan untuk tampil di panggung besar dunia dinilai memicu langkah yang kurang diperhitungkan secara matang.

"Bagi saya, ini terlalu obsesif. Tampaknya Prabowo sedang mencari panggung global yang disediakan Donald Trump, namun sayangnya langkah ini justru menjadi sedikit blunder," ucapnya.

Lebih lanjut, proposal damai yang ditawarkan Trump dinilai mengandung banyak "jebakan" yang berpotensi merugikan kepentingan nasional dan amanat konstitusi. Selain masalah substansi perjanjian yang dikhawatirkan memperlemah advokasi kemerdekaan Palestina, isu iuran keanggotaan yang menggunakan dana APBN juga turut menjadi sorotan.

Ade mengingatkan pemerintah agar lebih jeli membedah detail proposal tersebut.

"Skema perdamaian Donald Trump untuk Palestina lebih banyak jebakannya daripada peluang bagi Indonesia untuk memperjelas posisinya terhadap Palestina," tuturnya.

baca juga

Meski ada potensi implikasi jika Indonesia membatalkan keanggotaan, Ade menilai ketegasan untuk meninjau ulang posisi Indonesia jauh lebih bermartabat daripada mempertahankan kebijakan yang ambigu.

"Lebih logis melakukan review ulang dengan segala konsekuensinya. Konsekuensi itu seharusnya bisa ditanggung jika benar Indonesia tidak bisa disetir oleh siapa pun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan

Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:29 WIB

Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng

Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:22 WIB

MUI Mendesak, Mensesneg Rencana Buka Dialog soal Keanggotaan Board of Peace

MUI Mendesak, Mensesneg Rencana Buka Dialog soal Keanggotaan Board of Peace

Video | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 08:47 WIB

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

×