Beredar kabar yang mengatakan Novel Bamukmin resmi jadi calon wakil presiden (Cawapres) untuk Anies Baswedan. Hal itu membuat PKS dan Demokrat menarik dukungan mereka kepada Anies.
Namun ternyata, informasi itu masuk dalam konten yang menyesatkan. Judul dan isi video tidak sesuai, lantaran narator dalam video hanya mengulas mengenai pernyataan dari Politisi Partai Nasdem Bestari Barus.
Ia mengaku malu karena partai politik di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) tidak kompak dalam penentuan cawapres Anies Baswedan.
Narasi yang diberikan soal konten itu adalah “CAWAPRES ANIES KEJUTKAN SEMUA PIHAK, PKS & DEMOKRAT LANGSUNG TARIK DUKUNGANNYA”.
Kabar itu beredar di YouTube. Kanal bernama BENTENG ISTANA mengunggah video berdurasi 8 menit berjudul “Dideklarasikan Hari ini Novel Bamukmin resmi Jadi Cawapres Anies”.
Pada thumbnail video tersebut terdapat foto Surya Paloh, Anies Baswedan, dan Novel Bamukmin yang mengenakan blazer berlogo partai Nasdem.
Berdasarkan penelusuran dengan menonton keseluruhan isi video, tidak ditemukan informasi Partai Nasdem mendeklarasikan Novel sebagai cawapres.
Narator video hanya membacakan artikel di laman Ayo Jakarta. Artikel itu berjudul “Politikus Partai NasDem Mengaku Malu Soal Cawapres Anies Baswedan, Ada Apa?”, pada 10 Juni 2023 kemarin.
Artikel tersebut memuat pernyataan politikus Partai Nasdem Bestari Barus yang mengaku malu karena partai politik yang berada di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) tidak kompak dalam penentuan cawapres Anies Baswedan.
Baca Juga: Cek Fakta: Tak Berdaya di Kamar, Iis Dahlia Akui Kejantanan Rizki DA
Sementara itu terkait gambar thumbnail, merupakan hasil editan dan gambar identik ditemukan pada artikel milik jawapos berjudul “NasDem: Pemberian Nama Yohanes Bukti Anies Tak Pernah Politisasi Agama”, pada 28 Desember 2022 lalu.
Dalam gambar aslinya, tidak terdapat Novel Bamukmin, gambar itu menampilkan Anies Baswedan, Surya Paloh, dan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate.
Berdasarkan penjelasan itu, bisa disimpulkan bahwa kabar Novel Bamukmin yang resmi jadi cawapres Anies Baswedan tidaklah benar.