Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 04 Februari 2026 | 16:23 WIB
Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata
Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat RDP dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (4/2/2026). (bidik layar video DPR RI)
baca 10 detik
  • Menpar Widyanti Putri Wardhana mengklarifikasi evaluasi Komisi VII DPR RI mengenai penghargaan dan mekanisme data pariwisata pada Raker Rabu (4/2/2026).
  • Penghargaan internasional merupakan hasil kolektif ekosistem pariwisata dan didasarkan pada penilaian objektif serta ulasan wisatawan tanpa biaya.
  • Kementerian merujuk data BPS resmi sesuai UU 16/1997, yang menyebabkan adanya jeda waktu dua bulan untuk publikasi data bulanan akurat.

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana akhirnya memberikan penjelasan komprehensif terkait sejumlah poin evaluasi yang dipertanyakan anggota Komisi VII DPR RI dalam rapat sebelumnya.

Dalam Rapat Kerja lanjutan yang digelar di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026), Menpar mengklarifikasi soal kredibilitas penghargaan internasional serta mekanisme penggunaan data statistik pariwisata.

Merespons pertanyaan Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay mengenai deretan penghargaan yang diraih, Widiyanti menegaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan keberhasilan kolektif seluruh ekosistem pariwisata Indonesia, bukan hanya milik kementerian semata.

"Kami sampaikan pertama-tama penghargaan ini diterima oleh sektor pariwisata, bukan Kementerian Pariwisata. Nah, hasil kerja di balik penghargaan ini adalah usaha dan kerja keras bersama, tidak hanya dari kami aspek regulator, tapi juga mitra industri yang aktif mempromosikan pariwisata," ujar Widiyanti dalam rapat.

Ia juga menekankan bahwa seluruh penghargaan yang dipaparkan telah melalui proses penilaian yang ketat, objektif, dan bersifat non-berbayar karena berbasis pada ulasan langsung dari wisatawan.

"Nah, kami tegaskan bahwa semua penghargaan yang kami tampilkan dinilai secara objektif, terdapat standar penilaian, bahkan berbasis review oleh para wisatawan dan tidak berbayar. Ini adalah highlight beberapa pencapaian yang kami detailkan, misalnya, penghargaan Michelin Keys yang sempat Bapak Presiden sebut dalam pidatonya, mencerminkan hospitality Indonesia yang sangat baik," jelasnya.

Selain soal penghargaan, Widyanti juga menjawab kritik mengenai data capaian pariwisata yang pada rapat Januari lalu dianggap tidak real-time karena hanya menyajikan data hingga November.

Ia menjelaskan bahwa secara hukum, kementerian wajib merujuk pada Badan Pusat Statistik (BPS) selaku wali data resmi.

"Pemerintah harus menggunakan data dari BPS sebagai wali data resmi pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik... Walaupun ada data real-time seperti dari Angkasa Pura dan Kementerian Imigrasi, dan pemasyarakatan hanya merupakan referensi. Jadi rujukan resmi harus menggunakan data BPS," katanya.

baca juga

Ia menambahkan bahwa BPS membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk memproses dan mempublikasikan data bulanan secara akurat.

Hal inilah yang menyebabkan data Desember baru bisa dipublikasikan secara resmi pada awal Februari.

"Data Januari akan dipublikasikan di awal Maret. Data Desember akan dipublikasikan di awal Februari tahun berikutnya. Inilah mengapa pada rapat bulan lalu datanya hanya sampai bulan November," imbuhnya.

Ia membawa kabar positif berdasarkan publikasi terbaru BPS per 2 Februari 2026. Ia menyatakan bahwa performa pariwisata nasional saat ini berada dalam tren yang sangat baik dan telah melampaui target negara.

"Secara lebih detail kami sampaikan di beberapa slide setelah ini, tapi secara singkat, semua metrik yang sudah dipublikasikan hasilnya oleh BPS melampaui target yang ditetapkan dalam rencana kerja pemerintah," pungkasnya.

Pada rapat sebelumnya, Menpar memaparkan deretan prestasi kementeriannya, termasuk raihan 154 penghargaan internasional sepanjang 2025 dan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 13,98 juta.

"Pertama-tama izinkan saya membawa kabar baik. Pariwisata Indonesia menorehkan beragam penghargaan pada tahun 2025. Baru-baru ini juga Bali dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor," ujar Widiyanti di hadapan anggota komisi.

Hingga November 2025, tercatat kunjungan kumulatif mencapai 13,98 juta kunjungan, tumbuh 10,44 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year-on-year).

Namun, Saleh Daulay menilai paparan tersebut hanya sekadar pencitraan di atas kertas jika tidak dibarengi dengan penjelasan dampak nyata bagi rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Kebocoran Gas di Vopak Merak, DPR Minta Investigasi Menyeluruh

Dugaan Kebocoran Gas di Vopak Merak, DPR Minta Investigasi Menyeluruh

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:57 WIB

Ketika Inovasi Bertemu Kepercayaan Konsumen, Perhiasan Emas Lokal Ini Kian Diperhitungkan

Ketika Inovasi Bertemu Kepercayaan Konsumen, Perhiasan Emas Lokal Ini Kian Diperhitungkan

Lifestyle | Minggu, 01 Februari 2026 | 07:21 WIB

Bantah Kabar 'Disemprot' Komisi VII DPR, Menpar Widiyanti: Beritanya Agak Lucu, Kami Baik-baik Saja

Bantah Kabar 'Disemprot' Komisi VII DPR, Menpar Widiyanti: Beritanya Agak Lucu, Kami Baik-baik Saja

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:02 WIB

Didesak 10.000 Petisi Konstituen, Rahayu Saraswati Hadir Lagi di DPR Kembali Pimpin Rapat Komisi VII

Didesak 10.000 Petisi Konstituen, Rahayu Saraswati Hadir Lagi di DPR Kembali Pimpin Rapat Komisi VII

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 14:56 WIB

Penghargaan Manga Taisho Umumkan Nominasi 2026, 12 Judul Bersaing

Penghargaan Manga Taisho Umumkan Nominasi 2026, 12 Judul Bersaing

Your Say | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:30 WIB

Indonesia Rising Stars Award 2026 Beri Apresiasi untuk PLN Mobile

Indonesia Rising Stars Award 2026 Beri Apresiasi untuk PLN Mobile

Tekno | Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:21 WIB

Peran Inovatif Telkomsel Berbuah Penghargaan Impact Solution

Peran Inovatif Telkomsel Berbuah Penghargaan Impact Solution

Tekno | Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:07 WIB

Terkini

Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas

Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 14:22 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, DPP PSI Unggah Video: Jokowi Juga Manusia

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, DPP PSI Unggah Video: Jokowi Juga Manusia

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:21 WIB

Strategi Politik Kebisingan: Mengapa Isu Sengaja Dibiarkan Tumpang Tindih?

Strategi Politik Kebisingan: Mengapa Isu Sengaja Dibiarkan Tumpang Tindih?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:20 WIB

Geng Solo Siapa Saja? Ini 7 Perwira Tinggi TNI-Polri Kepercayaan Jokowi

Geng Solo Siapa Saja? Ini 7 Perwira Tinggi TNI-Polri Kepercayaan Jokowi

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:17 WIB

Ketergantungan Daihatsu pada Mobil Komersial Murah di Tengah Tantangan Pasar Nasional

Ketergantungan Daihatsu pada Mobil Komersial Murah di Tengah Tantangan Pasar Nasional

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 14:15 WIB

Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?

Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:15 WIB

Bahlil Pertimbangkan Stop Izin Smelter Produk Setengah Jadi

Bahlil Pertimbangkan Stop Izin Smelter Produk Setengah Jadi

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:14 WIB

Eko Hadi Santoso Akpol Tahun Berapa? Ini Perjalanan Kariernya Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan

Eko Hadi Santoso Akpol Tahun Berapa? Ini Perjalanan Kariernya Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:14 WIB

Beda Reaksi SBY, Jokowi dan Prabowo saat Disadap

Beda Reaksi SBY, Jokowi dan Prabowo saat Disadap

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:13 WIB

Geger Mahasiswa Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Polisi Janji Usut: Siapa Terlibat Bakal Disanksi

Geger Mahasiswa Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Polisi Janji Usut: Siapa Terlibat Bakal Disanksi

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:13 WIB

×