Sebuah penemuan arkeologi yang terletak di Desa Lelewawo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, telah memicu rasa ingin tahu tentang budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya.
Soronga, sebuah peti mayat kuno yang ditemukan di Gua Tanggalasi pada tahun 1981, telah menjadi fokus perhatian ahli dan masyarakat setempat.
Motif dan ragam hias yang terukir di bagian peti tersebut telah menarik perhatian para peneliti, namun sejauh ini misteri di balik identitas pemiliknya masih belum terpecahkan.
Para arkeolog dan pakar budaya telah melakukan upaya untuk mengungkap makna dan sejarah yang mendasari motif dan ragam hias yang terdapat pada Soronga Tanggalasi.
Dengan tinggi 75 cm, panjang 450 cm, dan diameter 51 cm, peti mayat ini memiliki bentuk empat persegi dengan detail ragam hias seperti tumpal, spiral, belah ketupat, dan geometris yang menghiasi bagian badannya.
La Udin, Kepala UPTD Taman Budaya Museum Sulawesi Tenggara, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk guru sejarah, antropolog, dan tokoh masyarakat setempat, untuk mendapatkan data akurat tentang makna dan latar belakang motif tersebut.
Namun, hingga saat ini, identitas pasti dari pemilik Soronga Tanggalasi masih menjadi misteri.
Pihaknya bahkan berencana untuk membentuk tim khusus guna melakukan penelitian lebih lanjut di wilayah Kolaka Utara untuk mengumpulkan data yang lebih akurat.
Menurut La Udin, berdasarkan motif dan ragam hias yang ditemukan, peti mayat ini diduga digunakan oleh bangsawan atau mokole.
Motif yang sangat bagus dan indah pada Soronga Tanggalasi menjadi bukti bahwa pemiliknya memiliki status yang istimewa dalam masyarakat.
Baca Juga: 10 Potret Bridal Shower Berkedok Wisuda Azizah Salsha Istri Pratama Arhan
Dengan karakteristik unik dan motif hias yang menakjubkan, Soronga Tanggalasi memancarkan pesona sejarah yang mengajak kita untuk melangkah lebih dalam dalam memahami budaya dan warisan nenek moyang kita.
Meskipun identitas pasti dari pemiliknya masih menjadi misteri, peti mayat ini menjadi salah satu jejak berharga dari masa lampau yang tak terlupakan, menggugah rasa ingin tahu dan minat untuk menggali lebih dalam tentang sejarah Sulawesi Tenggara.