5. Persiapan perapian dan peralatan kerja.
6. Penentuan hari/waktu yang baik untuk dimulai biasanya disesuaikan dengan perhitungan waktu tertentu.
7. Proses kerja dengan laku doa-doa dan mantra diharapkan dapat meramu dan menyerap tuah kekuatan alam dari Tuhan sang pencipta alam.
8. Ketika bilah selesai dibuat, pemilihan aksesoris seperti warangka, hulu, dan pondok akan ditentukan agar mendukung kekuatan dari tuah yang dibuat.
9. Keris Tayuhan biasanya memiliki pantangan-pantangan tertentu yang tidak boleh dilanggar pemiliknya.
Agar mengetahui keris tersebut cocok dengan pemesannya, dilakukan banyak hal sesperti puasa dan laku tikarat dalam proses pembuatan keris, dan sebagainya hingga keris selesai dibuat,