bestie

Permudah Jenazah Bersatu dengan Tuhan, Ini Sejarah Upacara Ngaben

Suara Bestie Suara.Com
Kamis, 31 Agustus 2023 | 13:31 WIB
Permudah Jenazah Bersatu dengan Tuhan, Ini Sejarah Upacara Ngaben
Upacara Ngaben ([Tangkapan Layar])

Upacara Adat Bali yang sangat terkenal yaitu Upacara Ngaben. Ngaben adalah upacara pembakaran jenzah atau proses kremasi yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

Tidak seperti upacara kematian lainnya, ada beberapa rangkaian unik yang wajib dilakukan keluarga saat melangsungkan Ngaben. Salah satunya adalah tak boleh menunjukkan rasa sedih atau duka .

Ngaben

Dalam bahasa Hindu, Ngaben berarti memisahkan jiwa dari jasad. Pemisahan jasad ini dilakukan melalui kremasi.

Melansir factsofindonesia.com, asal usul ritual ini dilakukan oleh Bharatayuddha (keturunan kaisar Bharata) di India sekitar 400 SM.

Mereka percaya bahwa upacara kremasi ini akan membawa kembali tubuh almarhum ke dasar alami tubuh.

Umat Hindu juga percaya bahwa upacara ngaben ini akan membebaskan jiwa dari perbuatan buruk selama hidup di dunia.

Tak lain, tujuannya untuk mengantarkan mereka ke surga dan bereinkarnasi menjadi pribadi yang lebih baik.

Upacara Ngaben ini mulai masuk ke Bali pada abad ke-8 dan diwariskan secara turun temurun. Di era modern ini, kebudayaan Ngaben masih terus dilakukan dan menjadi tradisi agama Hindu di Bali.

Baca Juga: Warisan Majapahit, Ini Asal Usul Ayam Betutu Khas Bali

Pembersihan

Tujuan dari upacara Ngaben yakni tak jauh dari 'pembersihan' amal seseorang yang meninggal dunia.

Setiap anggota keluarga wajib untuk mengantarkan mendiang dalam memasuki kehidupan "berikutnya".

Ketika kematian terjadi, masyarakat lokal percaya bahwa itu akan 'memadamkan' fisik dan fungsi tubuh. Sementara, roh atau dikenal atma, akan tetap hidup selamanya.

Selain itu, setelah 'membakar jenazah' dan melarungkan abu ke sungai atau laut dapat membantu melepaskan Sang Atma (roh) dari belenggu keduniawian.

Sehingga setelah prosesi ngaben, dipercaya dapat mempermudah jenazah atau mendiang bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam).

Selain memiliki tujuan bagi arwah, ngaben juga memiliki tujuan bagi pihak keluarga, yakni menjadi simbolisasi bahwa pihak keluarga telah ikhlas, dan merelakan kepergian yang bersangkutan.

Jenis-jenis Upacara Ngaben

Upacara ngaben dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan kondisi jenazah yang akan dilakukan pembakaran. Tiga jenis ngaben tersebut adalah Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta.

1.      Ngaben Sawa Wedana

Ngaben Sawa Wedana paling lumrah ditemukan, karena upacara pembakaran dilakukan sesaat setelah jenazah meninggal dunia.

2.      Ngaben Asti Wedana

Ngaben Asti Wedana adalah upacara ngaben dimana jenazah orang yang akan diaben, ditanam atau dikubur terlebih dahulu, sebelum kemudian tulang-belulalangnya diangkut lagi untuk diaben.

3.      Ngaben Swasta

Swasta merupakan upacara ngaben tanpa melibatkan jenazah maupun kerangka mayat. Upacara jenis ini biasanya dilakukan karena beberapa hal, seperti: meninggal di luar negeri atau tempat jauh, jenazah tidak ditemukan, dll.

Pada upacara ini jenazah biasanya digantikan dengan kayu cendana yang akan dilukis dan diisi aksara magis sebagai badan dari orang yang akan dilakukan upacaranya.

4.      Ngelungah

Upacara jenis ini biasanya digunakan untuk anak yang belum tanggal gigi.

5.      Warak Kruron

Warak Kruron biasanya digunakan sebagai upacara ngaben untuk bayi.

Prosesi Upacara Ngaben

1.      Memandikan Jenazah

Umat Hindu turut menerapkan ritual memandikan jenazah. Prosesi ini umum dilakukan di halaman rumah keluarga yang ditinggalkan.

Setelah dalam keadaan suci, nantinya akan dipasangkan sejumlah simbol khusus seperti:

Bunga melati
Serpihan kaca
Daun intaran
Tujuannya yakni agar mengembalikan fungsi tubuh ke asalnya dan roh mengalami reinkarnasi kembali.

2.      Pemasangan Lembu Kayu

Sebelum upacara inti dimulai, anggota keluarga mendiang menyiapkan lembu kayu. Hal ini digunakan untuk menahan jenazah yang nantinya akan dikremasi atau dibakar.

Ada satu tujuan khusus saat lembu kayu (atau struktur candi) dibawa ke tempat kremasi. Ini dilakukan warga lokal Bali untuk 'membingungkan' arwah mendiang agar tidak menemukan 'jalan pulang'.

Ketika lembu kayu dan bade seperti bangunan candi dibawa ke tempat kremasi. Biasanya orang Bali akan mencoba mengacaukan arwah mendiang, memastikan mendiang tidak menemukan jalan pulang.

Orang Bali menggoyang lembu, memelintirnya, melemparkan benda ke arahnya dengan lemparan yang tidak dalam pada garis lurus, hal ini dimaksudkan hanya untuk membingungkan roh.

3.      Pembakaran atau Kremasi

Upacara Ngaben dilakukan untuk membebaskan roh dari tubuh yang meninggal dunia. Ketika api membakar tubuh, ia 'melahap' unsur-unsur yang membentuk tubuh fisik atau dikenal sebagai Panca Mahabutha.

Tujuannya yakni untuk melepaskan roh dari belenggu duniawi dan membiarkannya pergi ke bentuk kehidupan lain.

4.      Diramaikan Ritual Kebudayaan

Pada hari besar, semua orang akan berkumpul untuk beramai-ramai mengantarkan mendiang. Acara ini juga diramaikan dengan tarian adat tradisional yang cukup meriah dan penuh sukacita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI