Saat itu, kata Amri, PSM sedang mengalami kesulitan keuangan. Apalagi dengan jadwal pertandingan yang cukup padat.
Utang atas nama PSM itu yang digunakan untuk kepentingan operasional tim di akhir tahun 2016 sampai 2019. Seperti pembelian tiket pesawat, sewa hotel saat bermain tandang, bahkan untuk membayar gaji pemain.
"Mungkin karena kas saat itu kosong, sehingga pak Appi meminta biaya operasional ditutupi dulu," ujarnya.
Pihak Shesie Erisoya sudah melakukan upaya penagihan dengan berbagai cara. Mulai dari pembicaraan secara kekeluargaan, menyurat secara resmi ke pihak manajemen dan juga melayangkan somasi.
Shesie mengatakan sudah mengikuti segala keinginan yang PSM ajukan. Termasuk mencicil utang tanpa bunga.
"Namun tetap saja tak sesuai dengan kenyataan (pembayaran) walaupun sudah beberapa kali diadakan pertemuan," tegasnya.
Satu-satunya tambahan kas klub saat ini berasal dari sponsor. Masalah diperpanjang dengan dibatasinya penonton ke stadion sehingga mengurangi pendapatan dari sektor penjualan tiket.
Pihak manajemen PSM Makassar tak menampik soal persoalan utang piutang ke pengusaha bernama Shesie Erisoya. Namun, jumlahnya disebut tak sampai Rp5,6 miliar.
Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum PSM Makassar, Yusuf Gunco. Ia mengatakan perkirakan utang PSM ke Shesie hanya sekitar Rp2,1 miliar.
Baca Juga: Mendag Zulhas Bakal Habis-habisan Bela UMKM
"Perhitungan ulang sisa utang itu Rp2,1 miliar sesuai perjanjian," ujar Yusuf, Kamis, 31 Agustus 2023.
Yusuf menjelaskan utang piutang itu terjadi sejak tahun 2016. Namun karena adanya pergantian manajemen, maka perlu dilakukan ulang akumulasi utang tersebut.