Satu hal yang perlu diingat adalah seks tidak hanya melibatkan satu orang, tapi juga pasangan dan perasaannya. Jika salah satu pasangan melakukannya karena terpaksa, kemungkinan dampak negatif dari berhubungan seks berlebihan bisa dia rasakan.
Seks merupakan aktivitas yang dianggap nikmat dan memuaskan. Oleh karena itu tak sedikit pasangan yang melakukannya setiap hari. Lantas, apa dampaknya berhubungan seks terlalu sering? Apakah ada efek samping yang ditimbulkan bagi tubuh?
Berikut efek negatifnya:
1. Ketidaknyamanan pada alat kelamin
Intensitas hubungan seks setiap hari dapat memicu ketidaknyamanan pada alat kelamin baik bagi pria atau wanita. Ini bisa terjadi karena saat penetrasi, pasangan kurang melakukan foreplay yang cukup, sehingga gesekan antara kelamin menjadi lebih kencang dan berpotensi membuatnya mudah iritasi.
Sebagai efek lanjutan akibat gesekan itu, tidak hanya ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tapi juga bisa memicu infeksi lain akibat kulit yang terkelupas dan terinfeksi bakteri. Pada gilirannya kondisi itu memicu sensasi gatal, ruam dan nyeri di area sensitif.
2. Infeksi saluran kemih
Seks setiap hari secara signifikan berisiko meningkatkan infeksi saluran kemih (ISK), terlebih bagi pasangan yang kurang menjaga kebersihan alat kelamin sebelum dan sesudah bercinta akibat kepalang nafsu.
Bakteri dapat dengan mudah menemukan celah untuk masuk ke organ tubuh melalui saluran kemih. Karena itu, beberapa langkah untuk mencegah ISK karena kehidupan seks yang aktif meliputi buang air kecil sehabis bercinta, kemudian penting juga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar mengurangi risiko terjadinya ISK.
Baca Juga: Potret Miris Warga Tarumajaya Ambil Air dari Pipa Perbaikan PDAM: 2 Pekan Mati, Keluarnya Cuma Netes
3. Waktu pemulihan akan lebih lama
Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi cedera dan ketidaknyamanan akibat hubungan seks yang terlalu sering. Jika bercinta dilakukan setiap hari, maka kondisi itu dapat memperburuk cedera alat kelamin, atau infeksi yang dialami.
4. Merasa tertekan atau stres
Masalah ini bisa terjadi jika salah satu pasangan merasa terpaksa untuk melakukannya setiap hari. Berdasarkan analisis terhadap 30.000 orang pada tahun 2015, peneliti menemukan pasangan yang berhubungan seks lebih dari sekali seminggu tidak lebih bahagia dibandingkan pasangan yang hanya melakukannya sekali seminggu.
Sehingga dapat disimpulkan, dalam hubungan suami istri yang sehat, kuantitas bukan faktor penentu kebahagiaan, tapi lebih mengarah pada kualitasnya.
5. Kelelahan