Desa Melintang menjadi salah satu desa indah yang memiliki banyak nilai bersejarah di Kalimantan Timur.
Desa ini terletak di Danau Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Desa ini memiliki keunikan tersendiri karena terletak di tengah Danau Melintang, yang berada di sisi Sungai Mahakam di hulu Tenggarong.
Oleh karena itu, tak heran jika mata pencaharian warganya adalah sebagai nelayan.
Mayoritas warga di Desa Melintang adalah masyarakat Suku Banjar.
Jadi, warganya berkomunikasi dengan logat dan bahasa Banjar, meski mereka lahir di Kalimantan Timur.
Bahkan, selain dari bahasanya, sejumlah tradisi dan makanan suku Banjar juga ditemui di Desa Melintang. Hal itu lantaran nenek moyang mereka berasal dari Kalimantan Selatan.
Dikutip dari laman Kemendikbud, menurut Kepala Desa Melintang, Darmansyah, sebagian besar warga yang datang ke Desa Melintang adalah warga yang diincar penjajah Belanda untuk diculik dan dibunuh.
Kala itu, mereka dikejar-kejar dan memilih menghilang dari keluarga untuk mencari penghidupan di tempat lain.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Jenazah Mirna Tak Diautopsi, Tapi Jessica Wongso Bisa Divonis 20 Tahun Penjara
Kemudian, mereka sengaja tak memberi kabar kepada keluarga lantaran khawatir jika ada tekanan dari Belanda.
Awalnya mereka berniat kembali lagi ke Banjar, tetapi karena sudah lama bermukim dan ditambah jarak yang jauh, mereka tidak bisa kembali.
Melihat dari logat bahasanya, sebagian besar warga disini berasal dari Amuntai dan Negara, sebuah daerah di Kalimantan Selatan.
Hal itu terlihat dari logat dan tata bahasa yang mereka gunakan datang secara turun-temurun.
Desa ini juga menjadi salah satu gerbang untuk menemukan hewan endemik yang hanya ada 3 di dunia dan salah satunya di Kalimantan Timur, yakni pesut.