Luhut Binsar Pandjaitan dilantik menjadi Menko Marves pada Juli 2016, menggantikan Rizal Ramli. Setelah itu, sejumlah jabatan mentereng lainnya juga diberikan kepada Luhut oleh Presiden Jokowi.
Berikut deretan jabatan Luhut Binsar Pandjaitan di pemerintah.
1. Kontrol Distribusi Minyak Goreng
Kelangkaan minyak goreng yang membuat harganya mahal membuat pemerintah bermaksud lakukan kontrol distribusi minyak goreng. Presiden Jokowi kemudian memerintahkan Luhut untuk mengatur hal tersebut pada Mei 2022. Luhut Binsar Pandjaitan mengaku hanya diperintahkan untuk membantu, bukan ambil alih penuh pekerjaan tersebut.
2. Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DDN)
Luhut bertugas sebagai Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DDN) berdasarkan surat Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2018. Tim itu memiliki peran untuk memantau pemanfaatan produk buatan Indonesia, mulai tahap perencanaan hingga sosialisasi.
3. Ketua Tim Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI)
Luhut juga sekaligus ditugaskan menjadi Ketua Gernas BBI sejak September 2021. Lewat tugas tersebut, Luhut diminta untuk memperkuat promosi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
4. Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas
Baca Juga: Target Medali di Asian Games 2022 Tidak Tercapai, Menpora Minta Maaf
Sebagai Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas, Luhut Binsar Pandjaitan memberi instruksi untuk mengawasi danau di Indonesia. Tim itu dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 60 Tahun 2021.
5. Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Luhut Binsar Pandjaitan menjabat sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung seiring terbitnya Perpres No. 93 Tahun 2021. Kereta yang diberi nama Whoosh itu baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 2 Oktober 2023 lalu.
6. Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional
Sebagai kepala lembaga pengelolaan sumber daya air, Luhut menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian cadangan air. Terutama selama musim kemarau dan di daerah yang masih kesulitan akses air bersih.
7. Ketua Pengarah Satuan Tugas Sawit