Sungai terpanjang di Indonesia, sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat rupanya memiliki cerita legendanya sendiri.
Sungai yang memiliki panjang lebih dari 1.000 km ini rupanya menyimpan legenda yang berkembang di masyarakat sekitar.
Dikutip dari buku Penunggu Sungai Kapuas karya Erlis Nur Mujiningsih, legenda ini berawal dari seorang raja yang berasal dari erajaan Kahayan Hilir, Pulau Mintin.
Raja asal Kahayan Hilir ini mempunyai dua orang putra kembar bernama Naga dan Buaya.
Raja yang sudah lanjut usia ini nantinya berharap anak-anaknya dapat meneruskan perjuangannya memimpin kerajaan.
Sayangnya, perbedaan sifat keduanya yang bertolak belakang membuat Raja Kahayan Hilir bingungg untuk memilihnya.
Suatu hari, Raja Kahayan Hilir ini memilih meninggalkan kerajaan untuk pergi ke sebuah tempat yang cukup jauh.
Untuk itu, sang Raja memutuskan untuk menyerahkan kerajaan kepada kedua putranya.
Kemudian, si Naga yang memiliki watak jahat langsung berbuat semena-mena untuk menyalahgunakan kekuasaannya saat sang ayah pergi.
Baca Juga: 4 Jabatan Syahrul Yasin Limpo Sebelum Jadi Menteri Pertanian
Si Buaya yang memiliki watak baik pun mengetahui perbuatan Naga dan menegurnya.
Sayangnya, si Naga tidak terima atas teguran Buaya dan akhirnya keduanya pun berperang.
Peperangan itu akhirnya sampai ke telinga sang raja dan membuatnya marah karena kepercayaannya untuk membuat damai kerajaan tercoreng.
Alhasil, sang Raja yang marah pun mengutuk kedua anaknya menjadi hewan naga dan buaya yang sesungguhnya.
Kemudian, setelah berubah wujud menjadi hewan betulan, si Naga dan Buaya pergi dari kerajaan.
Mereka pun disebu tinggal di Sungai Kapuas sepanjang hidupnya dan dipercaya masyarakat sekitar menjadi penunggunya.