bestie

Kenali Rangkaian Upacara Sambut Hari Raya Nyepi di Bali

Suara Bestie Suara.Com
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 14:02 WIB
Kenali Rangkaian Upacara Sambut Hari Raya Nyepi di Bali
Umat Hindu mengarak ogoh-ogoh saat pawai menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Hari Raya Nyepi di Bali rupanya menjadi budaya unik yang banyak dicari tau orang, baik itu turis lokal maupun mancanegara.

Mereka penasaran dengan makna dibalik perayaan ini, lantaran tidak dirayakan secara meriah seperti Hari Raya pada umumnya.

Nyepi memang dikenal dengan ‘Silent day’, hal ini berasal dari ‘Nyepi’ yang artinya senyap atau sunyi. Saat Nyepi, umat Hindu akan melakukan Catur Brata atau tidak melakukan aktivitas apapun.

Semua kegiatan yang biasanya dilakukan sehari-hari seperti, memasak, sekolah, bekerja akan ditinggalkan, dan diwajibkan beribadah demi menjalankan budaya yang telah diwariskan nenek moyang.

Mereka akan memohon kepada Tuhan untuk menyucikan Bhuana Alit dan Bhuana Agung atau alam manusia dengan alam semesta.

Mereka berharap bisa menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya dan saling menghargai antar sesama.

Meskipun Hari Raya Nyepi ini hanya satu hari saja hitungannya, namun banyak sekali rangkaian upacara yang harus dilakukan sebelum Nyepi. Berikut prosesi yang harus dilakukan sebelum menyambut Hari Raya Nyepi:

1.       Upacara Melasti

Prosesi pertama melakukan upacara Melasti. Biasanya Melasti dilakukan dua hari sebelum Hari Raya Nyepi. Saat prosesi ini, umat Hindu akan menuju Samudra atau mata air suci untuk membersihkan diri.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Brand Skincare Murah dan Aman, Cocok untuk Mahasiswa!

Pembersihan diri ini guna membuang energi negatif dalam dirinya. Selain itu mereka juga melakukan pemujaan dengan membawa makanan atau sesaji untuk para dewa yang menguasai alam.

2.       Mecaru

Prosesi selanjutnya yaitu Tawur Kesanga atau Mecaru. Biasanya prosesi ini dilakukan satu hari jelang perayaan Nyepi. Tujuan dari Mecaru ini adalah untuk melenyapkan sifat manusia yang buruk.

Pada prosesi ini, seluruh umat Hindu mulai dari keluarga, banjar, desa, kecamatan, akan memberikan caru (sesajian) kepada para bhuta.

3.       Pengerupukan

Setelah Mecaru, prosesi selanjutnya yaitu menyebarkan nasi tawur, mengobor-obori rumah dan pekarangan, menyemburi rumah dengan mesiu dan memukul benda-benda untuk menciptakan kegaduhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI