Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Pernyataan Ketua ECB Dorong Penguatan Dolar

Esti Utami

Selasa, 15 April 2014 | 07:14 WIB
Pernyataan Ketua ECB Dorong Penguatan Dolar
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kurs dolar menguat terhadap mata uang utama dunia pada Senin (14/4/2014) atau Selasa pagi waktu Indonesia barat, menyusul laporan penjualan ritel AS menggembirakan dan indikasi lebih banyak stimulus dari Bank Sentral Eropa (ECB).

Sekitar pukul 21.00 GMT (Selasa pukul 04.00 WIB), euro dibeli 1,3820 dolar, turun dari 1,3883 dolar pada Jumat sore. Dolar juga naik terhadap mata uang Jepang, menjadi 101,82 yen dari 101,59 yen.

Dolar juga menguat terhadap rupiah. Dalam penutupan perdagangan Senin sore nilai melemah tujuh poin menjadi Rp11.420 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.413 per dolar AS.

"Sebuah ajang tarik-menarik akan membentuk euro/dolar karena pembuat kebijakan Eropa menempatkan tekanan turun pada pasangan tersebut dan penurunan imbal hasil AS baru-baru ini memberikan dukungan terbalik," kata Kathy Lien, kepala strategi valuta asing di BK Asset Management.

Pedagang mata uang mencerna pernyataan Ketua ECB Mario Draghi selama akhir pekan bahwa para pembuat kebijakan mungkin perlu mengambil tindakan untuk membendung penguatan euro.

"Intervensi verbal dari Bank Sentral Eropa akhir pekan ini menghentikan kemajuan euro menuju tertinggi satu bulan terhadap dolar AS, karena pasar menyegarkan diri untuk lebih banyak panduan bank sentral pekan ini," kata Nawaz Ali, analis pasar di Western Union Business Solutions.

Ali mencatat bahwa Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara kepada publik dua kali pada minggu ini, mulai Selasa. "Komentarnya bisa memiliki dampak besar pada perdagangan dolar AS." Laporan pemerintah AS tentang penjualan ritel pada Maret datang sedikit lebih baik dari yang diharapkan, dengan penjualan naik 1,1 persen dari Februari. Namun data keseluruhan dalam laporan mengungkapkan momentum pertumbuhan kecil dalam belanja konsumen, yang menyumbang bagian terbesar dari aktivitas ekonomi AS.

Stabil tetapi kurang bergairah dalam laju perbaikan data ekonomi AS diperkirakan akan menjaga Fed mengambil langkah-langkah pengurangan dalam stimulus besar-besarannya untuk keluar dari program pembelian aset seluruhnya sebelum akhir tahun. Kenaikan suku bunga Fed yang mendekati nol tampak tak mungkin sampai setidaknya tahun depan.

"Sampai lebih banyak pejabat Fed di dewan mendapatkan gagasan pengetatan, dolar akan memiliki waktu yang sulit untuk pulih," kata Lien. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Bulan, Rupiah Menguat 7 Persen

Tiga Bulan, Rupiah Menguat 7 Persen

Bisnis | Rabu, 09 April 2014 | 06:22 WIB

Faktor Domestik Picu Penguatan Rupiah

Faktor Domestik Picu Penguatan Rupiah

Bisnis | Senin, 07 April 2014 | 10:41 WIB

Terkini

Kala Belanja di Indomaret Bisa Ngutang, BayarNanti!

Kala Belanja di Indomaret Bisa Ngutang, BayarNanti!

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Benny K. Harman Dikecam Usai Pernyataannya yang Dinilai Merendahkan Wartawan

Benny K. Harman Dikecam Usai Pernyataannya yang Dinilai Merendahkan Wartawan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Masih Aman, Goda Bahlil Tambah PNBP ESDM

Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Masih Aman, Goda Bahlil Tambah PNBP ESDM

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:49 WIB

Gus Yaqut Bantah Terima Uang di Kasus Kuota Haji: Saya Tidak Pernah Menerima Rp1.000 Pun

Gus Yaqut Bantah Terima Uang di Kasus Kuota Haji: Saya Tidak Pernah Menerima Rp1.000 Pun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Rayakan HUT ke-81 RI, Imigrasi Sumut Gelar Donor Darah-Cek Kesehatan Gratis

Rayakan HUT ke-81 RI, Imigrasi Sumut Gelar Donor Darah-Cek Kesehatan Gratis

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Sekretaris Kepala BGN hingga PPK Pengadaan Tablet Diperiksa Terkait Korupsi MBG

Sekretaris Kepala BGN hingga PPK Pengadaan Tablet Diperiksa Terkait Korupsi MBG

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI

Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Polisi Ungkap 169 Kg Ganja di Deli Serdang, 3 Orang Ditangkap

Polisi Ungkap 169 Kg Ganja di Deli Serdang, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

×