Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Kemendag: Milano Expo Inisiatif Didi Petet

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 18 Mei 2015 | 19:29 WIB
Kemendag: Milano Expo Inisiatif Didi Petet
Ilustrasi batik [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak membantah keikutsertaan Indonesia dalam perhelatan Milano Expo dibiayai APBN.

Pasalnya, kata dia, keikutsertaan dalam ajang dunia tersebut merupakan inisiatif dari komedian (alm) Didi Petet bersama event organizer Didi Petet. Seratus persen, katanya, dibiayai oleh swasta.

Pihak swasta berinisiatif membangun paviliun Indonesia dalam perhelatan akbar pameran perdagangan yang diselenggarakan setahun sekali tersebut.

"Milano Expo ini sebetulnya adalah inisiatif dari Didi Petet. Jadi, beliau adalah penanggungjawab dari paviliun Indonesia. Dan ini sama sekali tidak menggunakan dana negara. Swasta sepenuhnya yang mau membiayai," kata Nuz saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (18/5/2015).

Ia mengakui memang dalam persiapan tim Indonesia cukup mengalami banyak kendala di penyelenggaraan acara. Salah satunya, pada saat pembukaan, banyak barang-barang Indonesia yang masih tertahan di pabean dan tak bisa dipajang di Milano Expo.

“Jadi pabean di sana itu tidak fleksibel sama sekali. Jadi, haru Sabtu-Minggu saja tutup. Nah, jadi kita juga mengalami kendala dalam pengeluaran barang-barang display. Kita baru bisa mengeluarkan barang itu baru tanggal 6 Mei,” katanya.

Selain itu, pada H-2 pembukaan Expo Milano terjadi kekacauan dan aksi pembakaran oleh massa. Keamanan di Milan tidak kondusif dan berdampak terhadap paviliun. Akibat dari itu semua, papar Nus, paviliun Indonesia menjadi sepi pengunjung. Namun hal itu hanya berlangsung tiga hari karena setelah Oculus dipajang, jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Akhirnya, lanjut dia, penataan produk atau barang-barang Indonesia dibiarkan seadanya. Tak heran bila saat pembukaan Expo Milan 1 Mei 2015, paviliun Indonesia sepi dari pengunjung.

Namun, pada Sabtu (9/5/2015), jumlah pengunjung mencapai 6.240 orang dan terus meningkat hingga puncaknya pada saat pelatih klub sepakbola kenamaan Inter Milan pada Rabu (13/5/2015) yang menembus 10 ribu pengunjung.

“Dan pada 15 Mei tembus 12.689 visitors, dan 16 Mei sampai 12.862 visitors. Ini perkembangan jumlah pengunjung sejak dua minggu lalu,” katanya.

Kini, paviliun Indonesia di World Expo Milan Pada (15/5/2015) tembus 12.689 visitors, dan (16/5/2015) sampai 12.862 visitors merupakan hasil karya dari Almarhum Didi Petet sebagai penanggungjawab.

"Kita sangat apresiasi yang sangat besar kepada perujungan almarhum Didi Petet ini dan kawan-kawan. Expo Milan sangat penting buat kita, karena building image. Terus terang di sana kita tenang-tenang saja. Yang ribut itu media sosial, beruntung ada swasta yang inisiatif," katanya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:21 WIB

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:11 WIB

Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang

Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:04 WIB

Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia

Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:44 WIB

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:25 WIB

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:40 WIB

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:02 WIB

Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?

Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:49 WIB

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:42 WIB

×