Dolar AS Menguat Lagi Pagi Ini

Ririn Indriani

Selasa, 23 Juni 2015 | 07:33 WIB
Dolar AS Menguat Lagi Pagi Ini
Ilustrasi dolar AS. (Antara)

Suara.com - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Senin (22/6/2015) waktu setempat atau Selasa  (23/6/2015) pagi waktu Indonesia, karena data ekonomi yang keluar dari negara itu positif, meningkatkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga tahun ini.

Dipicu sebagian oleh peningkatan pangsa penjualan kepada para pembeli pertama kali, penjualan "existing-home" (rumah bekas) AS meningkat pada Mei ke kecepatan tertinggi dalam hampir enam tahun, Asosiasi Agen (Makelar) Perumahan Nasional melaporkan pada Senin.

Menurut laporan itu, total penjualan rumah bekas, yang transaksinya mencakup rumah keluarga tunggal, townhomes dan kondominium, naik 5,1 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,35 juta unit pada Mei dari revisi naik 5,09 juta unit pada April.

Para analis mengatakan laporan yang kuat menunjukkan bahwa pemulihan pasar perumahan AS kembali ke jalurnya, setelah beberapa salah langkah pada kuartal pertama, yang membantu mempertahankan Federal Reserve di jalur untuk menaikkan suku bunganya pada tahun ini.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,26 persen menjadi 94,333 pada akhir perdagangan.

Investor juga terus mengawasi situasi utang Yunani. Pemimpin zona euro berkumpul di Brussel untuk pertemuan tingkat tinggi darurat resmi pada Senin, berusaha untuk mencapai kesepakatan atas usulan baru Yunani yang ditawarkan Senin pagi.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1339 dolar dari 1,1353 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5829 dolar dari 1,5882 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7727 dolar dari 0,7766 dolar.

Dolar AS dibeli 123,39 yen Jepang, lebih tinggi dari 122,65 yen pada sesi sebelumnya. Greenback naik tipis ke 0,9213 franc Swiss dari 0,9173 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2317 dolar Kanada dari 1,2262 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua DPR Ingatkan Pemerintah soal Naiknya Dolar Jelang Ramadan

Ketua DPR Ingatkan Pemerintah soal Naiknya Dolar Jelang Ramadan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2015 | 20:38 WIB

Dolar AS Menguat Didukung Laporan Pengangguran Positif

Dolar AS Menguat Didukung Laporan Pengangguran Positif

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2015 | 07:35 WIB

Dolar Bervariasi karena Data Ekonomi AS Lemah

Dolar Bervariasi karena Data Ekonomi AS Lemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2015 | 07:10 WIB

Dolar AS Tinggi, Penjualan Laptop di Denpasar Menurun

Dolar AS Tinggi, Penjualan Laptop di Denpasar Menurun

Tekno | Kamis, 21 Mei 2015 | 08:47 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×